YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) kini tengah menggelar Sensus Pertanian 2023. Sensus tiap 10 tahun ini dilakukan serentak secara nasional.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta, Mainil Asni menyebutkan, sensus ini adalah salah satu tugas pokok BPS, selain sensus penduduk dan sensus ekonomi. Pendataan di lapangan dilakukan 1 Juni hingga 31 Juli 2023, dan hasilnya akan diketahui Desember 2023.
“Sensus Pertanian ini biasanya dilakukan di tahun yang akhirannya angka 3. Ini adalah sensus ketujuh. Pertama kali digelar tahun 60-an,” kata dia, Selasa (14/6/2023).
Baca juga: Jambore Petani Muda Ajak Milenial Tekuni Sektor Pertanian
Berbeda dengan sensus tahun 2013, untuk Sensus Pertanian kali ini banyak menyasar para petani milenial. Ada juga penggalian data terkait urban farming, atau pertanian di perkotaan.
“Yang pasti kita akan meng-upgrade data pertanian itu sendiri. Data 2023 itu seperti apa, pasti ada banyak perubahan dibanding 2013. Dan kita akan memperbaiki data-data terkait pertanian,” kata dia.
Baca juga: BPS Riau Catat 2 Juta Rumah Tangga Tekuni Usaha Perkebunan Karet
Data terbaru menurut dia penting sebagai pedoman pemberian bantuan untuk petani. Ia menegaskan, cakupan pertanian adalah juga termasuk holtikultura, peternakan, dan perikanan.
“Untuk kampung sayur juga akan didata, tapi masuknya bukan perorangan, tapi UTL, atau Usaha Pertanian Lainnya. Untuk di Kota Jogja dan kota lain pendataannya menggunakan HP atau gadget untuk merekam data yang diperoleh. Tidak door to door, tapi dipilih, secara snowball. Kalau di kabupaten masih menggunakan kertas, dan sistemnya didata door to door,” imbuh dia. (den)
