PEKANBARU, HarianBernas.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah rumah tangga yang menekuni usaha perkebunan karet di Sumatera mencapai dua juta.
“Artinya dalam empat tahun terakhir sektor pertanian masih mendominasi perekonomian di Pulau Sumatera meskipun cenderung menurun,” ungkap Kepala BPS Provinsi Riau Mawardi Arsad di Pekanbaru, Jumat (10/6/16).
Muwardi Arsad menjelaskan berdasarkan data dari modul Konreg PDRB-ISE se-Sumatera tahun 2016 yang merujuk pada Sensus pertanian tahun 2013 rumah tangga usaha perkebunan karet merupakan bagian dari sektor usaha perkebunan yang terbanyak.
Jumlah usaha rumah tangga sektor perkebuanan karet ini relatif besar dan hampir 50 persen dari seluruh rumah tangga usaha perkebunan di Sumatera. Sedangkan jenis tanaman perkebunan lainnya adalah kelapa sawit dan kelapa. Masing-masing ditekuni oleh 1,2 juta rumah tangga dan 895 ribu rumah tangga.
Mawardi mengungkapkan rumah tangga tanaman pangan kelapa sawit terkosentrasi di Sumatera Utara dan Riau dan Jambi. Sektor perkebunan karet terkosentrasi di Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Lampung. Sementara, tanaman kelapa terkonsentrasi di Lampung, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Namun, demikian semua Provinsi di Sumatera memiliki potensi yang sama dalam perkebunan ini.
