SLEMAN, BERNAS.ID – Sejak awal pandemi covid melanda hingga saat ini para pedagang Sunday Morning (Sunmor) UGM tidak bisa berjualan, di lokasi yang biasa mereka menjajakan barang dagangannya.
Ketua Tim Advokasi Paguyuban Pedagang Sunmor UGM, Joko Upoyo Wijaksono mengatakan, mereka tidak bisa berjualan lagi bukan tanpa alasan, tapi karena adanya suatu permasalahan di sana.
“Awalnya kami bebas berjualan di sana, namun saat masuk pandemi, kami ada larangan berjualan disana. Tapi setelah pandemi berakhir pun kami tidak bisa berjualan disana dikarenakan suatu permasalahan di sana,” kata Joko saat menemui Bupati Sleman, Rabu (26/7/2023).
Baca Juga : Bupati Sleman Berharap Teater Semakin Diminati
Joko menceritakan, permasalahan tersebut muncul berawal pada Januari 2020, saat masa berlaku perjanjian kerjasama atau PKS antara Paguyuban Pedagang Sunmor dengan UGM berakhir.
“Kendala ini mengakibatkan tidak adanya kerangka kerja yang jelas dalam mengelola pasar ini setelah masa berlaku PKS berakhir,” ujarnya.
Joko menambahkan, selanjutnya pada Maret 2021 terjadi proses pergantian pengelolaan Pasar Sunday Morning dari Paguyuban Pedagang Sunmor ke Kalurahan Caturtunggal.
“Selain itu, ada perubahan nama pasar menjadi ‘Car Free Day Caturtunggal’ yang mungkin juga mempengaruhi proses administrasi dan persiapan,” imbuhnya.
Menurut Joko, setelah pergantian pengelolaan, Kalurahan Caturtunggal seharusnya dilakukan proses administrasi pembuatan perjanjian kerjasama baru dengan UGM untuk mengatur kembali kerangka kerja dalam mengelola “Car Free Day Caturtunggal”.
“Sayangnya, proses administrasi ini memakan waktu yang sangat lama, dan hingga menjelang akhir bulan Juli 2023 dimana pemerintah Indonesia juga sudah menetapkan status endemi serta pemulihan kembali ekonomi masyarakat, perjanjian kerjasama atau PKS antara Kalurahan Caturtunggal dengan UGM belum selesai untuk bisa disepakati dan ditandatangani oleh kedua belah pihak artinya belum bisa memenuhi syarat untuk membuka kembali pasar tersebut,” jelasnya.
Akibat dari kendala proses administrasi yang lambat itu, hingga menjelang akhir bulan Juli tahun 2023 ini, Car Free Day Caturtunggal masih belum bisa dibuka untuk melayani kembali masyarakat dan pedagang Sunmor UGM yang saat ini resmi tercatat melalui verifikasi paguyuban sebanyak 1.011 pedagang.
“Kendala-kendala ini secara bersama-sama menyebabkan kesulitan dalam membuka kembali Pasar Sunday Morning UGM, yang bertransformasi menjadi Car Free Day Caturtunggal,” kata Joko.
Melalui perwakilan pedagang, berbagai upaya terus dilakukan selama menunggu proses pergantian pengelolaan pasar Sunday morning ini dengan jalan memberikan dukungan, bantuan dan komunikasi yang berkaitan dengan berbagai informasi tentang kegiatan pasar tersebut kepada Kalurahan Caturtunggal sebagai pengelola baru, UGM maupun pihak-pihak terkait termasuk kepada Pemda Kabupaten Sleman (Bupati Sleman, Sekda Sleman, Asisten Sekda Bidang Ekonomi & Pembangunan, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan & Kesejahteraan Rakyat, Dinas Koperasi dan UKM Sleman, Panewu Depok)
“Adapun permohonan pedagang kepada Ibu Bupati Sleman dalam rangka audiensi pada hari Rabu, 26 Juli 2023 adalah kami memohon untuk melanjutkan komunikasi antara Kabupaten dengan Kelurahan Caturtunggal dalam waktu 3 hari kedepan, karena pedagang ex Sunday morning dengan jumlah yang banyak ini sudah menanti dan bersabar cukup lama,” kata Joko.
“Meminta dan memohon Ibu Bupati dapat memfasilitasi pertemuan antara Pedagang dengan pihak UGM dan Kalurahan dalam waktu 7 hari kerja ke depan agar proses pembukaan pasar Car Free Day Caturtunggal melalui penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara pihak Kalurahan dan UGM dapat segera terealisasi,” tambahnya.
Joko berharap proses administrasi dapat diselesaikan dengan segera sehingga pasar Car Free Day Caturtunggal dapat kembali beroperasi menghidupkan, memulihkan serta meningkatkan perekonomian masyarakat dan pedagang setempat.
Baca Juga : ASN Sleman Tandatangani Pakta Netralitas Integritas Pemilu 2024
Sementara Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang menerima rombongan pedagang Sunmor UGM atau Car Free Day Caturtunggal mengaku akan menuntaskan permasalahan disana.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan pelaksanaan Car Free Day Caturtunggal.
“Kami kan ini baru dapat infonya dari satu sumber, nanti akan kami undang pihak-pihak terkait lainnya dulu. Tapi ini langsung kami menggelar rapat internal untuk segera menyelesaikan permasalahan disana,” kata Kustini.
Dia mengaku, pihaknya selaku pemerintah kabupaten sangat mendukung para pelaku usaha UMKM yang berada di wilayah Sleman, termasuk para pedagang di Car Free Day Caturtunggal. (cdr)
