YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Pemkot Jogja kembali menorehkan prestasi usai menyabet penghargaan Innovative Government Award (IGA) tahun 2023 dengan kategori Kota Sangat Inovatif.
Penghargaan IGA kategori sangat inovatif itu ditujukan bagi pemerintah daerah yang memiliki nilai indeks inovasi daerah di atas 60.00. Penghargaan ini diterima secara langsung oleh Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo di Jakarta, Selasa (12/12/2023) lalu.
Ada 49 inovasi Pemkot Jogja yang dilaporkan dalam penilaian IGA 2023. Di antaranya, Jogja Smart Service, Uji kualitas air dengan lims laboratory information management system, Jogja Konsolidasi Data (Jogja Solid), dan Sistem Monitoring dan Evaluasi (Simoneva).
Ada juga Sistem Pelayanan Praktis Pedagang Pasar (Simpatik Pasar), Pengawasan Pajak Daerah (Waspada), Dodolan Kampung, dan berbagai inovasi lainnya.
Baca juga: Pemkot Jogja Sabet Anugerah Parahita Ekapraya Kategori Madya
Singgih mengatakan, Pemkot Jogja mendapatkan skor Indeks Inovasi Daerah 62,78, sehingga masuk kategori sangat inovatif.
Dia menyebut, penghargaan itu bukanlah tujuan utama dalam melakukan berbagai inovasi. Adanya inovasi ini bertujuan untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang adapatif, dinamis dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Ini merupakan satu komitmen bagi pemerintah kota untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujar Singgih di Balai Kota Jogja, Kamis, 14 Desember 2023.
Menurutnya, inovasi menjadi salah satu kunci utama dalam memberikan pelayanan kepada publik. Pelayanan harus dilakukan lebih mudah, cepat, murah. Pemkot Jogja juga terus berupaya untuk membuat berbagai inovasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kita harus terus berinovasi, karena tanpa inovasi kita tidak akan mencapai efisiensi dalam pelayanan publik,” imbuhnya.
Baca juga: Kota Jogja Terbaik Pertama Dalam Perlindungan Anak di Indonesia
IGA Awards merupakan penilaian terhadap indeks inovasi daerah (IID) di tiap daerah. Ini dilakukan oleh Kemendagri setiap tahun.
Setidaknya ada 36 indikator dalam penilaian indeks inovasi daerah.
Antara lain kemanfaatan inovasi, jumlah inovasi daerah, kualitas inovasi daerah, dan monitoring dan evaluasi. Ada juga indikator jumlah kajian inovasi, penggunaan IT, ketersediaan sumber daya inovasi daerah, dan regulasi inovasi daerah. (den)
