Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Inspektorat Sulteng Ingatkan Seluruh Pihak Jaga Kualitas Pembangunan Gedung DPRD Sulteng

    June 18, 2026

    Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Gempa Sigi

    June 18, 2026

    Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Kesiapan Wisata Saat Libur Sekolah

    June 18, 2026

    Muhammadiyah Dorong Ekosistem Berkelanjutan dalam Program MBG

    June 18, 2026

    Magister Manajemen (S2) Universitas Borobudur Terakreditasi Unggul

    June 17, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

      June 15, 2026

      Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

      June 13, 2026

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026

      Belanja Negara di DIY Capai Rp6,2 Triliun hingga Akhir April 2026

      June 2, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Kesehatan»Benarkah Dokter Tidak Boleh Jadi Pedagang
    Kesehatan

    Benarkah Dokter Tidak Boleh Jadi Pedagang

    dr. Erik Tapan, MHABy dr. Erik Tapan, MHAApril 8, 2024No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    BERNAS.ID – Pepatah lama mengatakan, baik menjadi dokter, baik pula menjadi pedagang. Tetapi tidak baik menjadi dokter sekaligus pedagang.

    Penulis mencoba mengartikan pedagang sebagai penjual atau yang menawarkan jasa atau produk.

    Pepatah di atas menurut penulis sudah tidak cocok dengan kondisi jaman now. Ini alasannya:

    Baca Juga : Sleman Vaksin Ternak Cegah Antraks Meluas

    1. Dilarang atau tidak, saat ini semakin banyak para dokter menawarkan jasa / produknya di media sosial.

    2. Paparan informasi sudah hampir sederajat.

    Dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, hampir semua informasi yang bisa diakses dokter bisa juga diakses masyarakat awam.

    Rasanya pepatah di atas sangat cocok jika antara pasien dan dokter ada kesenjangan mengakses informasi.

    Pasien diposisikan sebagai pihak yang kurang bisa mengakses informasi yang berhubungan dengan kesehatannya sehingga menyerahkan sepenuhnya pengobatan ke dokter.

    Dalam hal ini tentu sangat tidak etis jika Dokter berperan selain sebagai dokter juga sebagai penjual tanpa memperhatikan aspek lege artis.

    3. Banyak lahir “dokter-dokter” palsu
    Di media sosial saat ini, sangat banyak masyarakat yang berusaha mengedukasi masyarakat dengan hal-hal yang kadang tidak masuk akal dari sisi ilmu kedokteran. Namanya pseudoscience.

    Hanya berdasarkan testimoni semata untuk menawarkan produk atau jasa tertentu. Atau meniru2 cara yang umumnya dilakukan para dokter.

    Baca Juga : Pemda DIY Lakukan Edukasi dan Vaksinasi Cegah Antraks

    Tentu dengan hadirnya dokter asli setidaknya bisa meng-counter hal-hal di atas. Bayangkan kalau info2 yang tidak benar tersebut tidak ada yang meng-counternya.

    Perbedaan Dokter yang menjadi Penjual dibandingkan dengan Penjual yang menjadi Dokter

    Saat seorang dokter yang masih memiliki etika menawarkan produk, pasti terselip himbauan: silakan berkonsultasi dahulu dengan dokter Anda sebelum mengkonsumsi produk ini. Atau coba cek lab dulu, apakah memang benar Anda membutuhkannya.

    Nah bagaimana dengan penjual produk yang lain, mereka akan mengatakan bahwa obat dokter/kimiawi (cuci darah atau sakit gula, misalnya) tidak bisa menyembuhkan penyakit Anda, hanya dengan produk kami maka Anda bisa sembuh.

    Tidak ada salahnya Anda mencoba. Nanti tidak perlu cuci darah, tidak perlu minum/suntik obat gula, dan lainnya.

    Intinya produk/metode tersebut lebih hebat dari metode/produk apapun di dunia yang belum mampu menyembuhkan penyakit tersebut.

    Ajaibnya, apapun sakitnya, produknya hanya merk itu saja.

    Kesimpulannya, melarang para dokter untuk menawarkan produk atau jasanya di media sosial lebih banyak ruginya.

    Tentu penulis percaya para dokter yang sering menawarkan produk atau jasanya saat ini melakukan hal tersebut masih dalam batas-batas kewajaran, tidak melebih-lebihkan dan tetap memperhatikan kondisi audiensnya.

    Semoga demikian.

    (Penulis: Dr. Erik Tapan, MHA
    – Dokter Internet sejak tahun 1996
    – Penulis buku Penyakit Ginjal Kronis dan Hemodialisis)

    akses informasi dokter pasien
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    dr. Erik Tapan, MHA

    Dokter Erik Tapan, MHA adalah content creator dan penulis buku-buku kesehatan, antara lain: Penyakit Ginjal Kronis dan Hemodialisis, Penyakit Ginjal dan Hipertensi, Penyakit Degeneratif, Kanker, Antioksidan dan Terapi Komplementer. Lulusan FK UNSRAT Manado. Terkenal dengan Dokter Internet sejak tahun 1996.

    Related Posts

    BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Pantau Kesehatan Siswa Sekolah Rakyat

    June 17, 2026

    Lansia Sehat, Indonesia Hebat

    June 5, 2026

    Ekoteologi: Jalan Sunyi Menyelamatkan Bumi

    June 3, 2026

    Destinasi Wisata Relaksasi Hutan dan Kesehatan Alami di Tahura Bunder

    June 2, 2026

    Pancasila Cahaya Peradaban

    June 1, 2026

    Waspadai Risiko Tersembunyi Keseringan Minum Herbal Saset

    May 1, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Para Pemimpin di Sektor Kesehatan Indonesia Berkumpul dalam Forum Eksekutif Eksklusif tentang AI, Keamanan Siber, dan Masa Depan Komunikasi Layanan Kesehatan yang Aman

    June 17, 2026

    Marcel Rohner bergabung dengan dewan direksi Titanbay

    June 17, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    Putri Alya Sidik, Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

    June 10, 2026

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Inspektorat Sulteng Ingatkan Seluruh Pihak Jaga Kualitas Pembangunan Gedung DPRD Sulteng

    June 18, 2026

    Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk Korban Gempa Sigi

    June 18, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.