YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit tidak menular di Indonesia, Nutrifood secara konsisten sejak 2013 mengampanyekan Batasi Konsumi Gula, Garam, dan Lemak atau #BatasiGGL. Sebagai bagian dari kampanye yang didukung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan BPOM RI ini, Nutrifood menggelar rangkaian edukasi “Eat Well, Live Well: Your Guide to Mindful Eating” di 20 Nutrihub: community hub Nutrifood, yang tersebar di seluruh Indonesia, salah satunya di Kota Yogyakarta, pekan lalu.
Arninta Puspitasari, Nutrifood Public Relations Manager mengatakan, bahwa program edukasi ini menjadi salah satu upaya untuk mengajak masyarakat mencegah berbagai penyakit tidak menular, yang trennya saat ini mulai mengancam kelompok usia yang lebih muda. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kemenkes RI.
“Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Kesehatan yang mengatur pencantuman kandungan gula, garam, lemak pada pangan olahan dan pangan olahan siap saji. Edukasi kepada masyarakat tentang membaca label kandungan gula, garam, dan lemak merupakan salah satu upaya pemerintah mendukung pelaksanaan aturan tersebut,” jelas dia.
Baca juga: Benarkah Makan Kangkung Bikin Ngantuk?
Ia menambahkan, diperlukannya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pelaku sektor swasta dan masyarakat. Hal tersebut guna mewujudkan pencegahan penyakit tidak menular yang lebih efektif.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Jogja drg. Aan Iswanti, mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya Nutrifood dalam mengampanyekan ajakan #BatasiGGL. “Agar masyarakat Kota Yogyakarta bisa lebih sadar dalam menjaga kesehatannya, terutama dalam membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak,” katanya.
Ia meneruskan, sebagaimana ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI, idealnya dalam sehari masyarakat dapat mengonsumsi gula tidak lebih dari 50 gram (setara 4 sendok makan), garam tidak lebih dari 5 gram (setara 1 sendok teh), dan lemak tidak lebih dari 67 gram (setara 5 sendok makan). Di mana, salah satu cara untuk dapat membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak ini adalah dengan memahami label pangan.
“Jika masyarakat memiliki kesadaran dan kecermatan dalam membaca label kemasan dan menjadikannya sebagai kebiasaan, maka mereka akan lebih cerdas memilih zat gizi apa yang harus dipenuhi dan yang harus dibatasi agar terhindar dari berbagai penyakit,” kata dia.
Baca juga: Kolaborasi Hijau Nutrimart dan Avoskin: Sustainable Beauty Dimulai dari Kita
Terdapat empat informasi nilai gizi dalam label kemasan yang perlu diperhatikan lebih cermat, yaitu jumlah sajian per kemasan, kalori total per sajian, zat gizi (lemak, lemak jenuh, protein, karbohidrat (termasuk gula dan garam), hingga persentase AKG (Angka Kecukupan Gizi) per sajian. Karenanya, Arninta berharap masyarakat terutama anak muda membangun gaya hidup sehat dengan lebih bijak memilih makanan dan minuman yang dikonsumsi.
“Untuk mendukung hal tersebut, Nutrifood menyediakan pilihan makanan lebih sehat yang bebas gula, rendah garam, dan rendah lemak hingga berbagai produk yang telah mendapatkan pelabelan ‘Pilihan Lebih Sehat’ dari BPOM. Mari kita bersama-sama menciptakan perubahan yang positif untuk bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” tutup Arninta. (den)
