JAKARTA, BERNAS.ID – Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI hari ini, Rabu (25/9/2024). Agenda raker dalam rangka pembicaraan tingkat I terhadap 5 RUU Kerjasama Bidang Pertahanan, dengan acara pembicaraan tingkat I/pengambilan keputusan.
Dalam raker tersebut, Prabowo menyempatkandiri berpamitan dan meminta maaf di hadapan Komisi I DPR, dalam rapat terakhir yang digelar pada Rabu 25 September 2024. Menteri Pertahana sendiri merupakan salah satu mitra kerja dari Komisi I DPR RI.
“Saya juga mohon maaf apabila dalam pekerjaan saya selama lima tahun sebagai Menteri Pertahanan ada mengecewakan saudara-saudara sekalian, tetapi saya ingin saudara-saudara yakin niat saya semata-mata menjaga kepentingan dan kedaulatan bangsa Indonesia,” kata Prabowo.
Baca Juga : Prabowo Hadiri Raker Bareng Komisi I DPR RI, Pengamanan Gedung Diperketat
Diketahui masa jabatan Prabowo Subianto sebagai Menhan akan secara otomatis berakhir saat presiden dan wakil presiden terpilih dilantik pada 20 Oktober 2024 mendatang, setelah Anggota DPR RI Periode 2024-2029 dilantik pada 1 Oktober 2024.
Presiden terpilih 2024-2029 itu juga menyampaikan selamat, atas kebersamaan selama satu periode ini. Mengingat Komisi I merupakan rekan kerja strategis Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo sejak awal pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden KH Maruf Amin periode 2019-2024.
“Dengan demikian atas nama seluruh Kementerian Pertahanan RI kami mohon diri kami ucapkan selamat. Penghargaan atas pengabdian bapak-bapak ibu sekalian dan mudah-mudahan kita akan terus bekerja untuk bangsa dan negara kita,” kata Prabowo.
Baca Juga : Anggota DPR RI Riyanta Ingatkan Pemerintahan Baru Kembali Ke Jalan Lurus
Sebagai informasi, Komisi I, Menhan, Menlu, dan Menkumham baru saja menyepakati RUU Pertahanan Negara dengan India, Prancis, UEA, Kamboja, dan Brasil.
Prabowo menilai hal tersebut sangat penting untuk menghadapi situasi dunia yang tidak menentu.
“Alhamdulillah kita menuju ratifikasi penuh RUU kerja sama pertahanan dengan 5 negara yang sangat penting bagi kita. India, Prancis, kedua negara memiliki senjata nuklir. Lalu UEA, Brasil, Kamboja. Jadi 5 negara ini adalah penting bagi kita,” imbuhnya. (DID)
