JAKARTA, BERNAS.ID – Aksi mogok berjualan akan terus dilakukan jika tuntutan turunan harga sewa kios yang dilayangkan para pedagang Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang, Jakarta Pusat tak diindahkan.
Kekecewaan para pedagang menjadi-jadi, tatkala pihak pengelola dalam hal ini Perumda Sarana Jaya hanya menurunkan harga sewa hanya sebesar Rp50 ribu,-. Pedagang ingin pengelola menurunkan harga sewa seperti yang diinginkan.
Diketahui tuntutan para pedagang JPM Tanah Abang yaitu meminta penurunan harga sewa kios yang semula dipatok sebesar Rp1.443.000 (satu juta empat ratus empat puluh tiga rupiah) menjadi Rp800.000 (delapan ratus ribu rupiah).
Baca Juga : Terkendala Izin dan Sempat Dilarang, Ratusan Eks Pedagang Sunmor UGM Tetap Berjualan
“Ternyata sewa servisnya hanya turun 50 ribu dari tuntutan kami 800 ribu. Nilai servis awalnya Rp1.443.000 hanya turun Rp50.000,” kata Ketua Asosiasi Pedagang JPM Pasar Tanah Abang Jimmy Rory saat ditemui di lokasi, Kamis (17/10/2024).
Menurutnya, harga sewa kios yang dipatok Sarana Jaya tidak masuk akal. Sebab, pendapatan para pedagang JPM dalam sehari hanya berkisar Rp130.000 sampai Rp200.000. Oleh sebab itu, Jimmy menegaskan pihaknya telah menyepakati untuk tidak membayar tunggakan sewa kios kepada Sarana Jaya.
“Kami hanya laku 1 sampai 2 potong baju. Tidak seramai dulu. Jadi bagaimana kami harus membayar Rp1.443.000, sedangkan kadang-kadang setiap hari kami tidak laris,” jelasnya.
Baca Juga : Pedagang Pasar Potrojayan Diedukasi Soal Digital dan Kredit Ilegal
“Saya menginstruksikan seluruh kios mulai dari 001 sampai dengan 466 dari mulai Oktober sampai dengan tuntutan kami dipenuhi, kami tidak akan membayat servis cas,” sambungnya.
Sebelumnya, pedagang di Jembatan Penyembarangan Mutliguna (JPM) Tanah Abang, Jakarta Pusat menggelar aksi unjuk rasa, pada Kamis (17/10/2024). Para pedagang mengancam akan menutup akses Skybridge Tanah Abang jika pihak pengelola BUMD DKI Perumda Sarana Jaya tak kunjung menurunkan harga sewa kios.
Aksi unjuk rasa para pedagang kecil Skybridge Tanah Abang ini sempat memanas. Para pedagang yang mayoritas ibu-ibu itu bahkan sempat terlibat aksi dorong-dorongan dengan aparat kepolisian.
Dalam demo ini, para pedagang yang mayoritas ibu-ibu pun membentangkan beberapa spanduk berisi unek-unek dan keluhan kepada Sarana Jaya. Diataranya bertuliskan “Pasar sepi service charge tinggi. Parah!”.
Ada juga “Keadaan sulit, jangan bikin sulit”. “Bapak Andira Reoputra (Direktur Utama Perumda Sarana Jaya) yang terhormat, bapak jangan egois!” dan “Kupikir cinta yang tidak ada kepastian, ternyata service chas jutaan”. (DID)
