BANDUNG, BERNAS.ID – Pemkot Bandung mengajak berbagai pihak, tidak terkecuali pasangan calon peserta Pilkada 2024, untuk berpartisipasi dalam program penghijauan lahan kritis terutama di Kawasan Bandung Utara (KBU).
Pj Wali Kota Bandung, A. Koswara mengatakan program itu merupakan bagian dari Bandung Menanam Jilid 6 yang akan mengambil tema “Konservasi Bandung Berkelanjutan.”
Ditambahkan A Koswara, rencana penghijauan telah mencakup desain vegetasi yang dibutuhkan. Secara keseluruhan, terdapat kebutuhan sebanyak lebih dari 7.800 pohon.
Baca Juga : Sosialisasi Penyalurkan Hak Politik, Bakesbangpol Tekan Angka Golput di Pilwalkot Bandung
Pohon-pohon tersebut akan ditanam di area seluas 6,9 hektar lahan kritis yang terbagi yang terbagi dalam dua lokasi yakni Blok A di Kawasan Taman Kehati dan Blok B di Kawasan Kanhay Kecamatan Cibiru.
“Jumlah pohon akan diinventarisir lebih lanjut. Kami akan menyusun surat resmi terkait lokasi lahan kritis dan luasnya, serta memberi kesempatan kepada pihak-pihak yang ingin berkontribusi untuk menanam pohon sesuai dengan kapasitas mereka,” ujarnya, Jumat (18/102024).
Agar kontestan Pilwalkot Bandung 2024 bisa ikut berpartisipasi, rencananya kegiatan ini juga akan berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menghadirkan seluruh pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung.
Baca Juga : Penanaman Pohon dan Tebar Benih Ikan Peringati Hari Air Dunia
Kegiatan tersebut rencananya akan diselenggarakan pada hari terakhir masa kampanye, Sabtu, 23 November 2024.
Selain itu, Pemkot Bandung juga akan mengajak komunitas, pengusaha, lembaga pendidikan, hingga pesantren untuk turut serta dalam kegiatan menanam di lahan kritis.
Ia menegaskan, program ini tidak hanya sekadar penanaman, tetapi juga mencakup pemeliharaan hingga terciptanya vegetasi baru yang lestari. Program CSR yang dilibatkan juga diharapkan dapat berlangsung hingga akhir proses penghijauan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, Didi Ruswandi menerangkan, lahan kritis itu akan ditanami ribuan pohon.
“Kalau petani berharapnya ini tanaman produktif buah-buahan, karena ini ada petani penggarapnya,” katanya.
Didi mengungkapkan, DSDABM menyediakan 1.750 pohon. Sedangkan DPKP menyiapkan 1.000 tanaman lindung. Kemudian DLH menyiapkan 400 pohon.
“Beberapa pohon seperti alpukat, kopi, mangga. Kita harap ini bisa dimanfaatkan lebih baik dan memiliki nilai produktif,” tururnya. (Aris)
