JAKARTA, BERNAS.ID – Pernyataan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta Suswono soal janda kaya yang menikahi pemuda pengangguran menuai polemik. Belakangan, pernyataan yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad SAW itu banyak menuai protes.
Suswono mengaku meminta maaf atas polemik yang timbul akibat pernyataannya. Ia menjelaskan, pernyatan tersebut ia sampaikan dalam konteks bercanda menanggapi celetukan salah satu warga dalam sebuah sosialisasi.
Baca Juga : Bakal Datangkan Investor dari Luar, Suswono Optimis Program Sejuta Lapangan Kerja Terwujud
“Saya menyadari bahwa pernyataan saya dalam pertemuan dengan relawan Bang Japar telah menimbulkan polemik, atas hal itu saya meminta maaf, sekaligus mencabut pernyataan tersebut,” kata Suswono.
Diakuinya, tidak ada maksud sama sekali menyinggung tentang janda apalagi Manusia Agung sepanjang zaman, Rasulullah SAW. Yang menjadi teladan dalam setiap kehidupannya.
“Namun, saya akui jika guyonan tersebut kurang tepat dan bijaksana. Apapun penjelasannya, saya sepenuhnya mengakui kesalahan saya. Guyonan tersebut meskipun dimaksudkan untuk menyampaikan kepedulian kepada anak yatim dan para janda serta pemuda di Jakarta, jelas tidak pada tempatnya,” imbuhnya.
Baca Juga : Tanggapi Keluhan RK, Tim Pemenangan Ancam Pidanakan Perusak APK RIDO
Suswono menegaskan perbincangan terkait polemik yang terjadi bukan merupakan bagian dari program RIDO. ”Saya tegaskan bahwa hal itu bukan bagian dari program RIDO. Kami berkomitmen pada program pemberdayaan kelompok lemah dan rentan,” kata dia.
Suswono pun menyadari ke depan pihaknya akan lebih hati-hati dalam berkomunikasi agar tidak menimbulkan polemik.
”Mari kita lanjutkan pembicaraan mengenai program yang membawa manfaat bagi masyarakat Jakarta,” pungkas dia.
Sebelumnya, Suswono menyarankan agar janda kaya menikahi pemuda yang menganggur atau tidak bekerja. Pernyataan itu disampaikan saat deklarasi dukungan Organisasi Masyarakat (Ormas) Bang Japar kepada pasangan Ridwan Kamil-Suswono pada Sabtu (26/10/2024). (DID)
