JAKARTA,BERNAS.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DK Jakarta telah menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara Pilkada Jakarta 2024. Hasilnya, pasangan nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno (Si Doel) meraih suara terbanyak berdasarkan hasil rekapitulasi, yakni 2.183.239 atau 50,07%.
Pengumuman hasil rekapitulasi dibacakan langsung oleh Ketua KPU DKI Wahyu Dinata di Hotel Sari Pasific Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (8/12/2024.
Namun demikian, Pramono dan Rano diingatkan, masih banyaknya pekerjaan rumah yang menunggu usai mereka dilantik.
Baca Juga : Catat Keberatan Dua Paslon Lain, KPU DKI Tetap Sahkan Pramono – Rano Menang Satu Putaran
Pengamat Politik Hendri Satrio atau Hensat mencatat ada beberapa hal yang akan ditunggu Pramono – Rano. Seperti, Lapangan Pekerjaan. Untuk diketahui, tingkat pengangguran di Jakarta masih cukup tinggi yang terdata, jumlahnya mencapai 354.496 orang. Per 4 Oct 2024 Selain itu, Pramono Rano juga harus memperhatikan Keuangan keluarga warga Jakarta.
Untuk Perumahan, dari hasil riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) yang menunjukkan rendahnya persentase kepemilikan rumah di Jakarta. Laporan ini secara khusus ditulis oleh tim peneliti LPEM FEB UI, yakni Yusuf Sofiyandi Simbolon, Yusuf Reza Kurniawan, Nauli A. Desdiani, dan Firli W. Wahyuputri.
Baca Juga : Sah Satu Putaran, KPU DKI Putuskan Pramono – Rano Jadi Gubernur dan Wagub Terpilih
Menurut laporan tersebut, persentase kepemilikan rumah di Jakarta hanya sebesar 56,6. Presentase ini merupakan yang terendah dari seluruh provinsi di Indonesia. Data yang tertulis dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa dari sekitar 2,78 juta rumah tangga yang ada di Jakarta, sebanyak 63% atau sekitar 1,77 juta rumah tangga belum memiliki rumah sendiri atau belum memiliki rumah yang sehat dan layak huni.
Hendri juga menyoroti harga sembako. Diketahui harga sembako sering mengalami kenaikan seiring kebutuhan yang tinggi sementara pasokan berkurang dengan banyak faktor.
Juga masalah penanganan sampah. Air bersih, Ancaman banjir, dan Kemacetan.
Kalau melihat dari Visi dan misi Pramono dan Rano Karno, tidak secara gambalang membahas terkait pekerjaan rumah yang disampaikan Hendri. Adapun visi keduanya adalah menuju Provinsi DKJ sebagai Pusat Perekonomian Nasional dan Kota Global Berdaya Saing untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan dan Berkelanjutan
Sementara untuk misinya, Membangun Masyarakat Modern Megapolitan yang Madani, Berbudaya dan Sejahtera.
Mewujudkan Pusat Ekonomi yang Inovatif dan Kompetitif dengan Membuka Akses Seluasnya pada Sumber Kehidupan dan Distribusi Manfaat Hasil Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan.
Mewujudkan Pemerintahan dengan Manajemen Kota Moderen yang Akuntabel dan Responsif untuk Memberikan Layanan Publik yang Prima. Mewujudkan Ruang Aktifitas Kehidupan Berkualitas yang Mendukung Kegiatan Ekonomi, Sosial dan Budaya secara Berkelanjutan.(FIE)
