JAKARTA, BERNAS.ID – Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengumumkan langkah strategis baru dalam menjaga ketahanan air di DKI Jakarta melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI.
Langkah ini merupakan upaya mendukung visi Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada air. Arief menegaskan kerja sama tersebut berfokus pada kajian mendalam tentang ketahanan air, pengelolaan infrastruktur, dan strategi menghadapi potensi krisis air di masa depan.
Baca Juga : Kejar Target 2030, Dirut PAM Jaya Kebut Infrastruktur Perpipaan
“Hal ini sejalan dengan visi Presiden tentang swasembada air, di mana PAM Jaya akan terus berkomitmen untuk menjaga ketahanan air di DKI Jakarta,” kata Arief, Selasa (17/12/2024).
Selain memperkuat sinergi dengan Lemhannas, MoU ini melibatkan berbagai perguruan tinggi terkemuka guna mendukung penelitian dan formulasi kebijakan terkait pengelolaan air bersih.
Baca Juga : Dukung Program Prioritas Prabowo, Kemenko Polkam Langsung Bentuk Tujuh Desk Baru
Arief menyampaikan, “Nota Kesepahaman ini diharapkan mampu menciptakan sistem penyediaan air yang lebih aman dan berkelanjutan bagi warga Jakarta, sekaligus menjadi contoh nasional dalam pengelolaan air bersih.”
PAM Jaya berkomitmen meningkatkan infrastruktur serta distribusi air bersih demi menjawab tantangan kebutuhan air ibu kota dan mendukung program prioritas nasional dalam ketahanan air dan energi.
Sebagai informasi, MoU antara PAM Jaya dengan Lemhanas RI melibatkan sejumlah perguruan tinggi ternama antara lain, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sumatera Utara, Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas Semarang, Institut Teknologi Kalimantan, Institut Ilmu Sosial dan Manajemen (STIAMI) serta lainya. (DID)
