JAKARTA,BERNAS.ID –Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menyesalkan peristiwa penembakan lima Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya luka-luka, di sekitar perairan Tanjung Rhu, Selangor, Malaysia.
TB Hasanuddin berharap pemerintah Malaysia terbuka atas insiden tersebut untuk menjaga hubungan baik kedua negara.
Hasanuddin merasa janggal dan ragu terhadap penjelasan APMM terkait insiden tersebut.
Baca Juga : Kecam Penembakan WNI, Pimpinan DPR Minta Kemenlu Kirim Nota Diplomatik ke Pemerintah Malaysia
Dijelaskannya, pertama warga negara Indonesia itu melakukan penabrakan sebanyak empat kali. Kalau benar mereka imigran ilegal pada umumnya melarikan diri, bukan sebaliknya menabrak sampai empat kali
“Sebesar apa kapal yang dipakai oleh warga negara Indonesia, kok sampe berani menabrak kapal APMM yang relatif besar?” tanya TB Hasanuddin.
Hal lain yang patut diragukan adalah aparat APMM sempat melakukan pembelaan diri karena ada WNI yang membawa dua parang. Kalau penjelasan itu benar berarti yang membawa parang itu sudah naik ke Kapal APMM, sementara ini korban yang ditemukan justru di tempat lain dan di pantai.
Baca Juga : Kemendikbudristek Bersama Kemenlu Serahkan Sertifikat Gamelan sebagai WBTb UNESCO
“Ini dua peryataan ini patut di klarifikasi ulang oleh pemerintah Malaysia, agar hubungan kedua negara tetap baik,” tegas politisi PDIP tersebut.
Namun demikian, TB Hasanuddin mengimbau WNI yang ingin masuk ke wilayah negara lain agar masuk secara legal.
“Mengenai WNI yang ingin masuk ke negara lain, masuklah secara legal agar tidak menjadi masalah yang fatal,” harapnya.
TB Hasanuddin juga mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia yang merespons dengan cepat atas kejadian ini, Kementerian Luar Negeri, Direktur Pelindungan WNI terus dimonitor oleh Menlu untuk memberikan bantuan yang diperlukan. (FIE)
