JAKARTA, BERNAS.ID – Di balik kesuksesan seseorang, sering kali terdapat kisah perjuangan panjang yang penuh tantangan. August Munar adalah salah satu sosok yang mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.
Berangkat dari sifat pemalunya, ia kini bermetamorfosis menjadi seorang Master of Training, seorang Coach profesional yang telah melatih banyak individu dan institusi di berbagai bidang.
Namun, bagaimana perjalanan kariernya hingga berada di titik ini? Apa saja tantangan yang ia hadapi? Inilah kisah perjalanan August Munar, dari seorang pegawai negeri hingga menjadi seorang trainer handal.
Mengabdi sebagai Pegawai Negeri
August Munar atau yang lebih di kenal Daeng Ewako atau Gusmun Ewako memulai kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 1997. Saat itu, di usia 20 tahun, ia sudah menduduki jabatan di sebuah kementerian yang bergerak di bidang pelayanan administrator negara.
Baca Juga : Filosofi ‘Helping People’, Cara Paulus Sulastri Mengubah Bisnis Menjadi Solusi
Selama lebih dari 10 tahun, ia menjalani berbagai pengalaman di dunia birokrasi, mendaki tangga jabatan selangkah demi selangkah hingga mencapai posisi yang cukup tinggi.
Namun, meskipun sudah menjadi pejabat, August Munar merasa bahwa dirinya perlu berkembang lebih jauh.
Kesadaran ini mulai muncul ketika seorang mantan dosennya menantangnya untuk mencoba sesuatu yang baru. Dosen tersebut bertanya, “Apa kerjaan sampinganmu?” Pertanyaan sederhana itu ternyata menjadi pemantik perubahan besar dalam hidupnya.
“Dia bilang ke saya, ‘Ngapain lo jadi pejabat aja? Lo bisa ngajar, kenapa enggak coba?’ Waktu itu saya memang sudah mulai mendapatkan posisi yang lebih tinggi, tapi tertantang juga dengan pertanyaan itu,” kenangnya.

Awal Terjun ke Dunia Pelatihan dan Public Speaking
Seperti kebanyakan orang dengan latar belakang birokrasi, August Munar awalnya tidak memiliki pengalaman dalam mengajar atau berbicara di depan umum. Apalagi, ia mengaku sebagai orang yang pemalu.
Namun, tantangan yang diberikan oleh mantan dosennya mendorongnya untuk memberanikan diri mencoba menjadi seorang pengajar. Kesempatan itu datang ketika ia ditunjuk untuk menjadi tenaga pengajar di Balai Pelatihan Kementerian Kesehatan di Batam pada tahun 2012.
Saat itu, ia mulai membiasakan dirinya dengan dunia pelatihan. Ia tak hanya belajar bagaimana memberikan materi, tetapi juga bagaimana mengelola kelas, menguasai audiens, hingga mencari metode pengajaran yang menarik dan efektif.
Baca Juga : Anthony Salim, Sarjana Teknik yang Sukses Banting Setir Jadi Pengusaha
Demi mengembangkan kemampuannya lebih jauh, August Munar bahkan belajar dari berbagai praktisi di bidang public speaker, neuro-linguistic programming (NLP), dan hipnosis. Ia mengikuti berbagai pelatihan tingkat lanjut hingga akhirnya memperoleh keahlian sebagai seorang trainer profesional dan master of training.
Lompatan Karier Dari Pegawai Negeri ke Master of Training
Keputusan August Munar untuk serius dalam bidang pelatihan ternyata membawa keberuntungan. Pada tahun 2013, ia mendapatkan pesanan in-house training secara pribadi, yang pada saat itu bernilai Rp 25 juta untuk sekali pelatihan. Angka ini tentu sangat mengejutkan baginya, mengingat saat itu ia masih dalam tahap transisi dari PNS ke dunia profesional.
Momentum tersebut menjadi titik balik besar dalam hidupnya. Ia mulai menerima berbagai undangan pelatihan dari institusi pemerintahan maupun swasta. Salah satu hal yang menarik adalah pendekatannya yang unik dalam dunia pelatihan.
Sebagai seorang Master of Training, ia bukan hanya mengajarkan materi di kelas, tetapi juga merancang seluruh rangkaian pelatihan dari awal hingga akhir. Hal ini meliputi perencanaan kurikulum dan metode pelatihan.
Kemudian membantu peserta meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi, melatih mental agar lebih percaya diri dalam berbicara di depan umum dan memberikan sertifikasi profesional kepada peserta yang lolos uji kompetensi.
Di Indonesia, Master of Training masih merupakan profesi langka. Banyak orang mengenal “Master Trainer,” yaitu level 6 dalam sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), tetapi hanya sedikit yang memahami konsep Master of Training – seorang yang mampu mengelola seluruh sistem pelatihan secara menyeluruh.
Dari Pemalu Menjadi Trainer Percaya Diri
Siapa sangka, seorang yang dulunya pemalu dan takut tampil di depan umum kini menjadi seorang trainer profesional? Perjalanan August Munar menjadi seorang pelatih tidaklah mudah. Ia mengaku bahwa di masa kecilnya, ia adalah sosok yang sangat gugup ketika harus berbicara.
Ia bahkan sering menghindari situasi sosial, seperti bertemu tamu di rumah atau berbicara di depan teman sekelasnya. Namun, ketika memasuki jenjang SMA, ayahnya mulai melatihnya agar lebih percaya diri dengan menjadikannya sebagai juru bicara keluarga dalam berbagai acara.
Baca Juga : Juanda Rovelim, Trainer Digital Marketing yang Menginspirasi
“Aku selalu jadi juru bicara keluarga kalau ada acara arisan, pernikahan, bahkan lamaran,” katanya sambil mengenang. “Bapakku gak pernah banyak bicara, tapi dia sengaja kasih aku tugas supaya aku terbiasa ngomong di depan umum.”
Pelatihan tidak formal ini ternyata membawa manfaat besar. Ketika akhirnya masuk dunia kerja, ia memiliki dasar keberanian untuk berkomunikasi di depan banyak orang.
Filosofi Hidup dan Motivasi Sukses
August Munar memiliki dua prinsip utama yang selalu ia pegang teguh dalam menjalani kehidupan dan kariernya. Pertama, Why do I do what I do? atau Mengapa saya melakukan apa yang saya lakukan?
Menurutnya, pekerjaan tidak hanya tentang mengejar uang. Jika seseorang hanya berfokus pada uang, maka hasilnya tidak akan optimal. Baginya, uang akan datang dengan sendirinya jika seseorang bekerja dengan niat yang benar dan totalitas.
“Motto kedua; Hari ini adalah hasil dari apa yang kita lakukan kemarin, dan kita besok adalah persiapan dari apa yang kita lakukan hari ini,” tegas August.
Filosofi ini mengajarkan bahwa segala sesuatu dalam hidup telah ditentukan oleh usaha yang telah dilakukan sebelumnya. Tidak ada kesuksesan yang instan, semua membutuhkan kerja keras dan perencanaan.
Mentor dan Inspirasi Hidup
Dari sekian banyak sosok yang ia kagumi, mentor sejati dalam hidupnya adalah sang ayah. Baginya, sang ayah adalah seseorang yang membimbingnya secara tidak langsung dengan memberi contoh melalui tindakan, bukan kata-kata.
Selain itu, ia juga mengagumi Prabowo Subianto, yang menurutnya adalah sosok dengan disiplin tinggi, kebiasaan membaca yang kuat, serta dedikasi yang luar biasa dalam pekerjaan.
“Prabowo itu sejak muda sudah dipersiapkan dengan baik untuk menghadapi tantangan hidup. Saya belajar banyak dari prinsip hidupnya,” ujar August Munar.
Sejak tahun 1981, August mengaku telah mengikuti dan menjadikan jejak Presiden RI ke-8 itu sebagai sumber motivasi dalam perjalanan hidup dan kariernya. Nilai-nilai kepemimpinan, ketekunan, serta visi besar yang diusung oleh Prabowo menginspirasi August dalam berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat.
Dengan semangat yang terus menyala, ia menjadikan pengalaman serta prinsip-prinsip dari sang pemimpin sebagai pedoman untuk mencapai tujuan dan memberikan dampak positif bagi banyak orang.
Proyeksi Masa Depan dan Harapan
Saat ini, August Munar sedang fokus untuk mengembangkan Hypnoscare Indonesia, sebuah lembaga pelatihan yang ia rintis. Ia ingin menjadikan lembaga ini sebagai wadah pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas.
Selain itu, ia bercita-cita untuk menciptakan “Super Team”, sebuah tim pelatihan yang tidak hanya andal dalam memberikan training, tetapi juga dapat menghasilkan dampak positif yang luas bagi masyarakat Indonesia.
“Saya ingin terus menulis, terus mengajar, dan terus memberikan manfaat. Karena saya percaya, mengajar itu bukan sekadar pekerjaan, ini adalah ibadah,” tuturnya menutup perbincangan.
Saat ini, selain sebagai master of training, August juga aktif sebagai penulis. Sejak tahun 2015, ia telah menelurkan lebih dari 60 judul buku. Konsistensinya dalam menghasilkan karya berkualitas membawanya ke level yang lebih tinggi, hingga mencapai posisi sebagai ghostwriter profesional. (DID)
