JAKARTA, BERNAS.ID – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi membuka “Seminar Tantangan dan Peluang Daerah Khusus Jakarta dalam Kerangka UU No. 2 Tahun 2024” yang digelar di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Senin (10/2/2025).
Dalam sambutannya, Pj Gubernur Teguh menegaskan bahwa Jakarta tengah bersiap menghadapi transformasi sebagai kota global. Pembangunan Jakarta akan diarahkan sebagai simbol utama jaringan ekonomi dunia, dengan dampak yang nyata terhadap sosial ekonomi global serta memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan Indonesia.
Baca Juga : Jakarta Siap Menyongsong Kota Global di Puncak HUT Kadin DKI ke-57
“Kita ketahui, capaian dari berbagai indikator pembangunan yang ada di Jakarta menunjukkan tren yang sangat baik. Dari sisi pertumbuhan ekonomi, walaupun sedikit di bawah capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) nasional, kita berada di angka 4,9%,” ujar Teguh.
Selain aspek ekonomi, Teguh juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, kesiapan SDM sangat penting dalam mengawal transformasi Jakarta di masa depan.
Lebih lanjut, Teguh menyebutkan bahwa sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat, termasuk dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD, Kepolisian Daerah (Polda), Komando Daerah Militer (Kodam), serta Kejaksaan Tinggi (Kejati).
Baca Juga : HMI Diharapkan Jadi Mitra Strategis Transformasi Jakarta Menuju Kota Global
“Sinerginya relatif sangat baik. Tantangan itu harus dihadapi, dan justru di situ banyak peluang yang harus kita manfaatkan untuk membangun Jakarta setelah diterbitkan UU Nomor 2 Tahun 2024,” tambahnya.
Menurut Teguh, Jakarta memang telah lama dipersiapkan menjadi kota global. Ia mencontohkan sejarah Kota Tua yang sejak dahulu memiliki peran strategis dalam jaringan perdagangan internasional. Oleh karena itu, transformasi Jakarta perlu dilakukan dengan perencanaan yang matang agar dapat bersaing di tingkat global.
“Jakarta masih menjadi ibu kota negara sampai dengan terbitnya Perpres pemindahan ke IKN (Ibu Kota Nusantara). Ini harus disiapkan dengan sebaik-baiknya. Mari kita wujudkan Jakarta sebagai salah satu dari 20 kota global terbaik dunia, menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A (Guru Besar Fisipol Universitas Gajah Mada), Elisa Sutanudjaja (Direktur Eksekutif Rujak Center for Urban Studies), Deftrianov (Kepala Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi DKI Jakarta), serta Irma Yuanita, SH, MH (Kasubdit Otsus, Istimewa, Wilayah I Direktorat Penataan Daerah, Otsus DPOP, Ditjen OTDA Kemendagri).
Acara ini menjadi forum diskusi penting dalam memetakan langkah-langkah strategis Jakarta ke depan, terutama dalam menghadapi tantangan dan peluang setelah berlakunya UU No. 2 Tahun 2024. (DID)
