YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti melepas 522 kader Mubaligh Hijrah dari Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, pada Minggu (16/2/2025).
Kader Mubaligh Hijrah yang berasal dari tingkat I dan II Aliyah atau SMA tersebut, bakal diberangkatkan menuju 10 negara, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Malaysia, Singapura, Thailand dan Timor Leste.
Abdul Mu’ti pada kesempatan itu mengatakan, kiprah Muhammadiyah di bidang sosial, khususnya di sektor pendidikan, tidak perlu diragukan.
Meski demikian, melalui program Mubaligh Hijrah yang diinisiasi oleh Madrasah Muallimin ini, seakan menandai keinginan persyarikatan untuk terus berbuat lebih untuk kepentingan masyarakat luas.
Baca Juga : Resepsi Milad Bersama RS PKU Muhammadiyah
“Muhammadiyah ingin mencerahkan semesta. Dengan menyebarkan Islam sebagai agama pencerahan, yang mengubah masyarakat dari tuna ilmu dan tuna moral menjadi masyarakat yang berilmu dan ber-akhlakul karimah,” katanya.
Menurutnya, para Mubaligh Hijrah punya peranan penting, tidak sekadar memperkenalkan islam dan Muhammadiyah, tapi sekaligus menjadi wadah untuk mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat.
Sebab, sebagai generasi penerus bangsa, merekalah anak panah yang pada akhirnya bakal menjadi pionir dan penggerak Muhammadiyah, atau umat secara umum.
“Maka, kami menyambut baik program Mubaligh Hijarah ini. Khususnya, dalam konteks melanjutkan misi risalah sebagai strategi dakwah Rasulullah yang dahulu mengutus sahabat-sahabatnya menuju berbagai wilayah,” terangnya.
Baca Juga : Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Selenggarakan Career Day
Sementara itu, Direktur Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Aly Aulia mengungkapkan, Mubaligh Hijrah merupakan program tahunan yang digulirkan secara rutin.
Untuk tahun ini, pihaknya mencoba memperluas cakupan dakwah hingga Amerika Serikat, sehingga para kader tidak hanya disebar ke berbagai daerah di nusantara dan Asia saja.
“Setiap Ramadan kami secara rutin mengalihkan pembelajaran, dari ruang-ruang kelas menuju ke tengah-tengah masyarakat. Mubaligh Hijrah diberangkatkan pada 27 Februari,” jelasnya. (cdr)
