JAKARTA, BENAS.ID – Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, inovasi adalah kunci keberlanjutan. Sugih Yusuf, S.H., CIEM., atau yang akrab disapa Alung, adalah salah satu figur yang telah membuktikan bahwa pengalaman dan kreativitas dapat menciptakan dampak besar di industri keuangan.
Dari masa kecil yang penuh perjuangan hingga menjadi inovator dalam sistem gadai modern, perjalanan Alung adalah inspirasi tentang ketekunan, keberanian, dan visi ke depan.
Kehidupan Masa Kecil yang Menempa Ketangguhan
Alung lahir dari keluarga sederhana. Ibunya berjualan bakmi di depan Kampus Ukrida, sementara ia sendiri sudah bekerja sejak kecil. Umur 8 tahun, ia mulai menyemir sepatu di Glodok, mengumpulkan busa filter rokok dan kertas timah untuk dijual. Bahkan, saat masih SD, ia membantu ibunya berjualan bakmi dari Senen hingga Tanjung Duren.
Kehidupan keras ini menempanya menjadi pribadi yang tidak takut berusaha. “Dari kecil sudah harus cari uang sendiri. Itu bikin mental jadi kuat,” kenangnya.
Baca Juga : Fajar Informanto, Mengukir Jejak Sukses dengan Visi dan Strategi Bisnis Cerdas
Meski berasal dari keluarga sederhana, Alung selalu memprioritaskan pendidikan. Ketiga adiknya berhasil menyelesaikan kuliah, sementara ia sendiri sempat kuliah di Atma Jaya tetapi tidak selesai. Namun, semangat belajarnya tidak pernah padam. Di usia 48 tahun, ia memutuskan untuk kembali ke bangku kuliah dan akhirnya meraih gelar S1 Hukum.
Dari Sales hingga Vice President Citibank
Karier profesional Alung dimulai dari dunia pemasaran dan perbankan. Berawal dari pedagang keliling dan sales, ia terus belajar dan menyesuaikan diri. Kesempatan besar datang saat ia bergabung dengan Citibank. Dalam kurun waktu 2004-2011, ia mengemban peran sebagai Vice President CITI Card Partnership Head, Citibank EazyPay & Citi Online Store Head, serta EazyPay Merchant Marketing Manager.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai inovasi finansial lahir. Program cicilan 0% yang awalnya hanya ada sebagai promo musiman, berhasil ia ubah menjadi strategi permanen yang kemudian diadopsi oleh berbagai bank lain. Ia juga meluncurkan promo inovatif seperti “Buy Now Pay Next Year” dan “Cicil Lebih Murah dari Bayar Sekaligus”, yang memungkinkan konsumen membeli barang dengan lebih mudah dan fleksibel.
Namun, meskipun telah mencapai kesuksesan di dunia perbankan, Alung memiliki visi yang lebih besar, menciptakan sistem keuangan yang lebih inklusif dan aksesibel bagi masyarakat luas.
Membangun Ekosistem Digital Gadai Sampai Lahirnya deGadai
Pada 2019, Alung mendirikan deGadai, sebuah platform bisnis gadai berbasis digital yang menawarkan solusi finansial cepat, aman, dan transparan. Berbeda dengan sistem gadai konvensional, deGadai memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan dana darurat dengan proses yang lebih efisien dan tanpa birokrasi yang rumit.
Baca Juga : Sanny Suharli, Dedikasi 35 Tahun untuk Kemanusiaan melalui Rotary Club
Alung menyadari bahwa masih banyak masyarakat, terutama kelas menengah ke atas, yang membutuhkan akses keuangan tanpa harus berurusan dengan sistem yang kompleks atau merasa malu untuk menggadaikan barang berharga mereka.

“Target market deGadai adalah orang kaya yang malu kelihatan butuh uang,” jelasnya.
Keunggulan utama deGadai adalah layanan premium yang memungkinkan nasabah tidak perlu datang ke kantor pegadaian. Cukup menghubungi melalui WhatsApp, dan tim deGadai akan datang ke rumah untuk menaksir barang.
Lebih dari Sekadar Gadai, Jejak Bisnis dan Kepemimpinan
Selain menjadi CEO & Founder deGadai, Alung juga menduduki posisi penting di berbagai perusahaan. Diantaranya, Komisaris PT Tilung Sukses Jaya, distributor LG Electronic dan merek lainnya. CEO PT Nobilindo Kabinet Indonesia, distributor eksklusif merek Nobilia di Indonesia, dan CMO PT Ohana Satu Selamanya, yang berfokus pada perlindungan hukum perdata untuk kekayaan dan bisnis keluarga.
Baca Juga : Ady Subagya, Konsultan Go Internasional yang Tak Pernah Berhenti Belajar
Jejak bisnisnya menunjukkan bahwa Alung tidak hanya seorang inovator di bidang keuangan, tetapi juga seorang pemimpin yang mampu melihat peluang dan mengembangkannya menjadi bisnis yang berkelanjutan.
Membangun Masa Depan Finansial yang Lebih Baik
Kisah Sugih Yusuf (Alung) adalah bukti bahwa pengalaman, inovasi, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman dapat menciptakan perubahan besar. Dari tukang semir sepatu di Glodok hingga Vice President Citibank, lalu menjadi CEO & Founder deGadai, perjalanan Alung menunjukkan bahwa kesuksesan bisa diraih siapa saja yang memiliki tekad kuat dan terus belajar.
Visinya untuk menghadirkan solusi finansial yang lebih mudah diakses oleh masyarakat membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang kuat dalam memberdayakan ekonomi. Ke depan, dengan semakin berkembangnya teknologi finansial, peran inovator seperti Alung akan semakin krusial dalam membentuk masa depan industri keuangan Indonesia. (DID)
