JAKARTA, BERNAS.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah berupaya mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem dengan menerapkan operasi modifikasi cuaca (OMC). Langkah ini dilakukan guna mengurangi intensitas hujan serta menekan risiko banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Plh Kepala Pelaksana sekaligus Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Maruli Sijabat, mengungkapkan bahwa OMC akan berlangsung selama lima hari ke depan. Namun, waktu pelaksanaan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi.
“BNPB sudah melakukan operasi modifikasi cuaca hari ini. Kemungkinan besok atau paling lambat hari Kamis kami juga akan melaksanakan OMC,” kata Maruli, Selasa (4/3/2025).
Baca Juga : DPRD DKI Dorong Penanganan Banjir Jakarta Lewat Infrastruktur dan Partisipasi Warga
Ia menekankan bahwa penanganan banjir harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya Pemprov DKI, tetapi juga pemerintah pusat melalui BNPB.
“Ini harus ditangani secara nasional. Maka yang melakukan modifikasi cuaca bukan hanya pemerintah Jakarta, tetapi juga BNPB,” tambahnya.
Ratusan RT Terendam, Jakarta Timur dan Selatan Terparah
Hujan deras yang mengguyur Jakarta menyebabkan banjir di 117 RT dan merendam sejumlah ruas jalan hingga pukul 18.00 WIB. Berdasarkan data BPBD DKI, wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan menjadi daerah yang terdampak paling parah akibat luapan Kali Ciliwung.
Di Jakarta Barat, sebanyak 18 RT terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 40 cm hingga 120 cm. Banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali Angke dan Kali Pesanggrahan.
Sementara itu, di Jakarta Selatan, banjir melanda 47 RT dengan ketinggian air mencapai 350 cm di beberapa titik, seperti di Kelurahan Rawajati. Wilayah ini terdampak akibat luapan Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan.
Baca Juga : Gubernur DKI Tinjau Pintu Air Manggarai, Pastikan Kesiapsiagaan Hadapi Banjir
Jakarta Timur mencatat jumlah RT terdampak terbanyak, yaitu 56 RT. Di Kampung Melayu, banjir mencapai ketinggian 210 cm, sementara di Cawang, air bahkan mencapai 350 cm.
Selain pemukiman, lima ruas jalan di Jakarta juga ikut terendam banjir. Salah satunya Jl. Puri Mutiara, Cilandak Barat, yang ketinggian airnya mencapai 100 cm, menghambat akses lalu lintas.
Akibat banjir yang meluas, ribuan warga terpaksa mengungsi ke berbagai lokasi penampungan. BPBD mencatat setidaknya ada 18 titik pengungsian, dengan jumlah pengungsi mencapai lebih dari 3.000 jiwa. Wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di SDN 22 Pejaten Timur (450 jiwa) dan GOR Bidara Cina (599 jiwa).
Pemprov DKI bersama BPBD dan instansi terkait terus berupaya menanggulangi dampak banjir dengan menyiapkan bantuan logistik bagi para korban serta memastikan evakuasi berjalan lancar.
“Pemerintah akan terus memantau kondisi di lapangan dan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu warga yang terdampak,” ujar Maruli Sijabat.
Langkah modifikasi cuaca diharapkan dapat membantu mengurangi curah hujan dan mencegah kondisi banjir yang lebih parah di Jakarta dan sekitarnya. (DID)
