JAKARTA,BERNAS.ID – Pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kembali berhembus, setelah putra dari Prabowo bersilaturahmi mi ke Megawati dan Jokowi.
“Di hari fitri, berembus lagi berita rencana pertemuan ibu Mega denga Prabowo. Akankah terwujud? Potensinya tak lebih dari 50%. Ganjalannya malah mencapai 50%. Dan ganjalan inilah yang berulang hingga 2 kali pertemuan sebelumnya tidak terealisasi, “ ujar Pengamat Politik Ray Rangkuti kepada redaksi, Jumat (4/4/2025).
Menurut Ray, ganjalan yang bisa karena faktor sendiri-sendiri, maupun faktor dari luar. Sebelumnya, di bulan Oktober 2024, rencana pertemuan menguap disebabkan oleh alasan yang nampak berasal dari keduanya sendiri. Lalu, rencana yang sama di bulan Januari 2025 batal disebabkan adanya penetapan tersangka terhadap Hasto, sekjen PDIP.
Baca Juga Ahmad Muzani Respon Soal Kunjungan Putra Prabowo Ke Megawati dan Jokowi, Ini Kata Puan
“Kini, rencana ketiga kalinya sedang dijajaki. Tapi, seperti sebelumnya, rencana ini juga belum tentu pasti. Dua hambatan seperti disebutkan di atas, bisa saja terjadi, “ kata Ray.
Sekalipun begitu, ada sedikit perubahan dalam pengelolaan rencana pertemuan ini. Dua wajah elit tertinggi dari kedua partai terlibat langsung: mbak Puan dari PDIP dan Dasco dari Gerindra. Dua nama ini memberi sinyal rencana pertemuan ini bisa jadi akan terwujud. Kansnya bisa 50-50.
Dari sini, kiranya, sambung Ray, rencana pertemuan ini lebih diinginkan oleh pihak Prabowo. Keterlibatan langsung Didit dan Dasco menyiratkan keinginan kuat Prabowo untuk kiranya dapat bertemu dengan Mega.
Sementara di pihak Mega relatif disikapi dengan lebih tenang. Hanya faksi Puan yang terlihat cukup optimis dan berkeinginan pertemuan ini dapat terlaksana. Kubu DPP malah lebih banyak diam.
“Dua faksi dalam tubuh PDIP ini menyiratkan juga dua pendekatan terhadap pemerintahan Prabowo. Faksi DPP terlihat lebih condong untuk oposisi, sementara faksi Puan memilih jalan moderat,” paparnya
Posisi Mega, tambah Ray kemungkinan lebih memilih jalan oposisi. Seperti selama ini beliau perlihatkan. Bahwa menjaga tradisi demokrasi adalah sesuatu yang sangat penting. Menang berkuasa, kalah oposisi. Lagi pula, tidak ada tawaran politis yang kiranya sepadan untuk bergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo.
Lantas, apa yang kiranya membuat Prabowo berkeinginan untuk bertemu? Tentu tak jauh dari situasi kita saat ini. Situasi, yang dalam banyak hal, memperlihatkan tanda menuju situasi sulit. Ekonomi, sosial dan politik. Dalam situasi yang memperlihatkan makin sulit ini, Prabowo membutuhkan kendali penuh atas pemerintahannya.
Baca Juga :Optimisme Presiden Prabowo untuk BPI Danantara Membangun Perekonomian Jangka Panjang
“Oleh karena itu, sekalipun kiranya nanti PDIP akan tetap mengambil jalan oposisi, maka itu oposisi moderat. Di sinilah titik temu Dasco dengam mbak Puan, “ tutup Ray. (FIE)
