JAKARTA, BERNAS.ID – Dalam situasi ekonomi yang tak menentu, startup dituntut untuk kembali pada esensi bisnis yang berkelanjutan. Pertumbuhan tak lagi cukup dinilai dari skala besar atau ekspansi cepat, melainkan dari kemampuan membangun fondasi yang kuat, efisien, dan tahan banting.
Cooky T. Adhikara, Founder & CEO CERVO ID, menegaskan bahwa saat ini profitabilitas menjadi syarat utama bertahan. “Profitabilitas bukan lagi tujuan jangka panjang, tapi prasyarat untuk bertahan,” ujarnya. Ia mendorong startup untuk mempertimbangkan strategi seperti bootstrapping dan non-dilutive funding agar tidak terus bergantung pada pendanaan eksternal.
Ia juga menyoroti pentingnya mengutamakan unit economics, menganalisis profitabilitas per produk atau pelanggan. “Jika biaya akuisisi pelanggan (CAC) lebih tinggi dari pendapatan seumur hidupnya (LTV), bisnis itu secara fundamental bermasalah,” tambahnya.
Baca Juga : Cooky T. Adhikara: Pengusaha Indonesia Harus Terapkan Prinsip Ray Dalio untuk Hadapi Ekonomi Global
Cooky menyarankan startup untuk mengembangkan produk bersama komunitas sejak awal. “Uji MVP untuk validasi langsung, dan libatkan pelanggan sebagai beta tester, agar mereka bukan hanya memberi masukan tapi juga jadi brand ambassador,” katanya. Strategi ini sekaligus memperkuat pendekatan pemasaran (go-to-market strategy).
Di sisi teknologi, AI dinilai bermanfaat jika digunakan dengan tepat. “AI bukan pengganti manusia, tapi alat untuk memperkuat unit economics,” jelas Cooky. Ia menyebut penerapan AI dalam prediksi tren, automasi layanan pelanggan, dan personalisasi konten, namun dengan catatan penting: kualitas data harus bersih dan relevan.
Dalam kondisi pasar yang jenuh, pivot jadi salah satu opsi penyelamatan. Namun, menurut Cooky, pivot harus tetap menjaga identitas perusahaan. “Pivot bukan reaksi panik, tapi transformasi yang menghormati purpose,” ujarnya. Contohnya, startup e-commerce yang beralih ke layanan SaaS untuk UMKM atau edutech yang tetap membawa misi pemberdayaan saat menyasar segmen korporat.
Baca Juga : Apa Pengertian Wirausaha? Ini 7 Karakter Wirausahawan Sukses
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pengelolaan bisnis. “Transparansi cap table, audit rutin, dan regulatory moat adalah bentuk komitmen terhadap tata kelola yang sehat. Pendiri harus memimpin dengan contoh,” katanya.
Cooky merangkum bahwa ada tiga prinsip utama yang harus dipegang: profitabilitas lebih penting dari valuasi, inovasi harus menyelesaikan masalah nyata, dan adaptasi adalah kunci bertahan. “Down round lebih baik daripada tutup,” ujarnya lugas.
Di akhir, ia menekankan bahwa pertumbuhan berkualitas hanya mungkin dicapai jika startup tetap otentik dan tidak kehilangan jiwanya. “Valuasi bisa turun, model bisnis bisa berubah, tapi filosofi pendirian adalah DNA perusahaan yang harus dijaga.” (DID)
