JAKARTA,BERNAS.ID – DPR merespin maraknya kasus siswa keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG).
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menilai, peristiwa keracunan sudah beberapa kali terjadi. Kejadian tersebut tanda ada persoalan serius dalam pelaksanaan program MBG di lapangan. Kasus yang sangat memprihatinkan, yang terjadi secara terus menerus membahayakan kesehatan anak, dan harus menjadi warning keras bagi pemerintah terutama Badan Pangan Nasional (BGN).
Baca Juga :Program MBG di Sleman, PPJI DIY Siapkan 2600 Paket Menu dari Dapur Higienis
“Program MBG sejatinya bertujuan mulia yaitu meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan menekan angka stunting. Apalagi kejadian ini juga bukan yang pertama, dan ini menandakan perlunya evaluasi menyeluruh, baik dari sisi penyediaan bahan baku, distribusi, hingga pengawasan keamanan pangan,” sesal Nurhadi kepada wartawan, Rabu (23/4/2025).
Seperti dilansir dari berbagai sumber, puluhan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur, Jawa Barat, keracunan massal usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin, 21 April 2025. Akibatnya, dapur di Kecamatan Cianjur menghentikan produksi MBG untuk sementara.
Kejadian ini bukan insiden tunggal. Dalam kurun waktu empat bulan sejak program MBG diluncurkan secara nasional, tercatat setidaknya telah terjadi tiga masalah serupa di wilayah yang berbeda.
Baca Juga : Prof Laksanto Sarankan MBG di Wilayah Papua Pertimbangkan Kearifan Lokal Sagu Sebagai Makanan Pokok
Insiden keracunan menu MBG juga terjadi di Batang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Sebanyak 60 siswa TK hingga SMP dilarikan ke puskesmas setelah menyantap menu MBG yang diduga basi. Terbaru, keracunan makanan dialami puluhan siswa-siswi di Cianjur.
Di Sukoharjo, Jawa Tengah, puluhan siswa SDN Dukuh 03 keracunan setelah mengonsumsi ayam krispi dari MBG. Kasus keracunan dari MBG juga terjadi di Nunukan Selatan, Kalimantan Utara. Keracunan itu dialami oleh siswa-siswi di SDN 03 Nunukan dan SMAN 2 Nunukan Selatan. Bahkan ditemukan ada menu ikan tongkol MBG yang dibagikan ke sekolah dalam kondisi berulat. (FIE)
