BANDUNG, BERNAS.ID – Hasil Emas Hitam Pangalengan Harus Bisa Sejahterakan Penghidupan Petani Kopi Jawa Barat, upaya itulah yang saat ini ditempuh Komunitas Jawa Barat Nusantara (KJBN).
KJBN kukuhkan Duta Penyelamatan Kopi Pangalengan besutan Ustadz Cupang alias Ucup Pangalengan, alias Ucup Tatang Taryanto, Rabu 1 Mei 2025.
Prosesi pengukuhannya berlangsung di Sekretariat Duta Penyelamatan Kopi Pangalengan Kp Sidamukti RT 001 RW 04 Desa Pangalengan Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.
Ketua Umum Komunitas Jawa Barat Anda Ahmad Muhammad mengatakan upaya yang tengah dilakukan Ustadz Cupang adalah hal yang sangat baik, jadi perlu di apresiasi.
BACA JUGA : Produsen E-liquid Dalam Negeri Tertekan Kebijakan Fiskal
“Oleh karenanya, ustadz Cupang, layak kita (Komunitas Jawa Barat Nusantara) nobatkan menjadikan Duta Penyelamatan Kopi Pangalengan,” kata Anda di dampingi Sekretaris Umum KJBN Maryam.
Dijelaskan Anda Ahmad Muhammad, Kopi Pangalengan adalah satu dari beberapa jenis kopi nusantara yang keberadaannya telah mendunia, kopi itu bernama Java Preanger.

“Kopi ini, sampai saat ini memang tetap ada, tetapi pamornya tidak seperti dulu lagi, oleh karenanya upaya Ustadz Cupang, asah pamor itu, perlu diapresiasi,” pungkasnya.
Ustadz Cupang mengatakan jenis kopi yang banyak dibudidayakan di Pangalengan adalah kopi arabika atau disebut juga dengan arabica java preanger.
BACA JUGA : Eiger Percaya Publik Nantinya Bisa Menilai Kebaikan dan Kebenaran Faktual
Jenis kopi ini, mulanya ditanam di daerah Jawa Barat kemudian di bawa pemerintah Hindia Belanda untuk di ekspor kembali ke seluruh dunia.
“Ini membuktikan, kopi arabica bukan hanya menarik perhatian masyarakat lokal tetapi juga menarik perhatian bagi masyarakat Internasional,” terangnya.
Petani di Pangalengan umumnya menjual kopi dalam bentuk gelondongan basah, penjualannya pun banyak dilakukan di kebun, jauh sebelum panen. Tentunya dengan berbagai alasan.
“Oleh karenanya perlu perhatian dan uluran tangan dari pemerintah. Agar petani bisa menjualnya dalam bentuk jadi, agar harga jualnya bisa tinggi,” ujarnya.
BACA JUGA : Nasib Proyek Eiger Camp Akan Ditentukan Gubernur Dedi Melalui Cara Ini
Petani Kopi Pangalengan, kata Ustadz Cupang, ingin buah dari emas hitam (sebutan umum kopi, khususnya di Indonesia karena nilai ekonominya yang tinggi) yang ditanamnya betul-betul menjadi emas dan permata di kantung-kantung para petani.
“Jangan hanya menjadi emas di kantung penjualnya, kantung petani juga harus terisi emas, itu tujuan jangka panjang giat ini. Aamiin,” harapnya. (ARIS)
