JAKARTA, BERNAS.ID – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, teknologi hijau dinilai bisa menjadi keunggulan kompetitif Indonesia. Hal itu disampaikan Cooky T. Adhikara, Founder dan CEO CERVO ID, dalam wawancara terkait potensi transisi energi bersih di Indonesia.
“Potensi energi terbarukan kita sangat besar. Tahun 2023, kapasitas teoretisnya mencapai 420 gigawatt. Dari situ, 208 GW dari energi surya dan 75 GW dari energi hidro,” ujar Cooky. Meski begitu, ia menyoroti masih tingginya ketergantungan pada bahan bakar fosil yang pada 2019 menyumbang 34,5% emisi nasional. “Ini tantangan besar, tapi kalau kita di jalur yang benar, potensinya bisa dimaksimalkan,” lanjutnya.
Cooky menekankan pentingnya pendekatan circular economy untuk mengurangi limbah dan menggunakan kembali sumber daya. Teknologi seperti smart grid, net metering, dan carbon capture juga dinilainya bisa mendorong efisiensi dan mengurangi emisi.
“Startups di Indonesia punya peran kunci. Mereka bukan cuma cari untung, tapi juga dampak sosial dan lingkungan. Dari energi terbarukan sampai pengelolaan limbah dan pertanian berkelanjutan, inovasi-inovasi ini menciptakan green jobs baru,” kata penulis buku Green Technology ini.
Namun, ia tak menutup mata terhadap tantangan. “Akses pendanaan, kompetensi teknis, dan regulasi yang belum ramah jadi hambatan besar. Startup juga harus siap diaudit secara berkala biar nggak ada fraud,” tegasnya.
Ia mendorong peran aktif pemerintah menciptakan ekosistem kondusif untuk inovasi hijau. “Insentif kebijakan dan pengembangan infrastruktur energi terbarukan harus digenjot. Kita perlu dorong kolaborasi pentahelix—pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, dan media.”
Cooky juga menekankan pentingnya edukasi publik soal zero waste, serta penerapan teknologi seperti green building, green chemistry, dan renewable energy certificate. Ia menyebut agroforestry sebagai contoh praktik pertanian berkelanjutan yang bisa menjaga biodiversitas sekaligus menekan emisi.
“Kalau semua sektor jalan bareng, Indonesia bisa jadi pemain utama ekonomi hijau dunia. Potensinya gede banget,” pungkas Cooky. (DID)
