JAKARTA, BERNAS.ID – Satgas Koordinasi Pencegahan Desk P2MI terus memperkuat upaya perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) lewat program Desa Migran Emas (Demas). Program ini difokuskan pada sosialisasi dan pembentukan desa percontohan sebagai garda terdepan pencegahan di tingkat desa.
Baca Juga : Kemenko Polkam Tegaskan Pentingnya Kesadaran Media dan Sinergi Komunikasi Antar Desk
“Desa Migran Emas akan menjadi model perlindungan PMI di daerah. Program ini disinergikan dengan inisiatif kementerian/lembaga lain seperti Desa Bersinar dari BNN,” ujar Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama ASEAN Kemenko Polhukam, Abdullah Zulkifli, saat rapat koordinasi di Jakarta, Selasa (3/6/2025).
Abdullah menambahkan, sinergi juga dilakukan dengan program Desa Siap Siaga dari BNPT dan Desa Ramah Perempuan dan Anak dari KemenPPPA. Tujuannya, memperkuat pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan mengurangi penempatan PMI secara ilegal.
Baca Juga : Fenomena Kabur Aja Dulu, Dirjen KP2MI Ingin Tingkatkan Tenaga Migran Sebagai Duta Bangsa
Sementara itu, Dirjen Pelindungan KP2MI Rinardi menyampaikan bahwa Satgas telah menindaklanjuti 87 laporan masyarakat hingga akhir Mei 2025. Mereka juga melakukan edukasi kepada 1.000 warga dan 3 komunitas di Makassar, membentuk posko pemantauan, serta mencegah keberangkatan 114 PMI non-prosedural. Selain itu, 263 titik rawan berhasil dipetakan melalui jalur ilegal berbasis data geospasial.
“Capaian ini hasil kerja kolaboratif dan penerapan program quick win. Rapat hari ini bukan sekadar apresiasi, tapi konsolidasi. Kita butuh strategi yang tajam, koordinasi yang kuat, dan keberanian untuk terus bergerak maju,” tegas Rinardi. (DID)
