JAKARTA, BERNAS.ID – Idayanti Sudiro, yang lebih dikenal dengan panggilan Okky, memulai perjalanan profesionalnya di dunia yang sangat rasional dan sistematis: dunia keuangan. Lulusan akuntansi ini sempat bekerja di berbagai perusahaan multinasional, mengurusi pembukuan, perpajakan, hingga perencanaan keuangan korporasi. Dalam kurun waktu lebih dari satu dekade, Okky terbiasa dengan tabel, laporan, dan data yang menjadi rutinitas keseharian.
Namun seiring waktu, ia mulai merasakan kehampaan. Ia melihat bahwa banyak orang, termasuk dirinya, yang terlihat “berhasil” secara finansial, tetapi merasa terjebak, stres, atau bahkan tidak bahagia. Pengalaman pribadi dan pengamatan sosial inilah yang menjadi titik baliknya.
Ada Apa di Balik Angka?
Okky mulai mempertanyakan, Mengapa orang yang bergaji besar tetap hidup dari utang ke utang? Mengapa ada rasa bersalah saat mengeluarkan uang untuk diri sendiri? Kenapa keputusan keuangan seringkali diambil dengan emosi, bukan logika?

Pertanyaan-pertanyaan itu membawanya pada pencarian yang lebih dalam. Ia mulai mempelajari psikologi uang, mengenali dampak trauma masa kecil terhadap perilaku finansial, hingga menelusuri keterkaitan antara pola pikir, emosi, dan keputusan keuangan. Ia menyadari bahwa masalah keuangan bukan semata-mata soal angka, tetapi cerminan dari luka batin, kepercayaan, dan sistem nilai seseorang.
Baca Juga : Jahja B. Soenarjo, Konsultan Andal yang Kini Fokus Membangun Ekosistem Bisnis
Pada tahun 2014, dari hasil perjalanan spiritual dan intelektual tersebut, Okky mendirikan Finance Wisdom Academy (FWA), sebuah ruang belajar yang tidak hanya membahas cara mengatur uang, tapi juga bagaimana menyembuhkan hubungan kita dengan uang.
FWA menawarkan pendekatan holistik terhadap literasi keuangan. Di sini, keuangan tidak hanya dipahami dari sisi teknis seperti budgeting, investasi, atau manajemen utang, tetapi juga dari sisi emosional dan spiritual. Peserta diajak menyelami akar-akar perilaku keuangan mereka: apakah didasari rasa takut, dendam, kekurangan, ataukah rasa syukur dan kelimpahan?
Menggabungkan Logika, Hati, dan Energi
Dalam setiap pelatihan dan kelas yang ia fasilitasi, Okky memadukan pendekatan rasional dengan pendekatan intuitif. Ia tetap mengajarkan pencatatan dan perencanaan keuangan, namun selalu membingkainya dengan refleksi batin dan kesadaran diri. Misalnya, sebelum membuat anggaran, peserta diminta merenungkan: Untuk apa saya menghasilkan uang? Apakah ini benar-benar nilai yang saya pegang?
Ia juga memperkenalkan konsep “energi uang” bahwa uang membawa getaran yang akan merespons energi batin si pemilik. Uang yang dikelola dengan marah atau takut akan membawa hasil yang berbeda dengan uang yang dikelola dengan kasih dan kesadaran.
Okky tak segan membagikan pengalamannya sendiri yang pernah mengalami masa sulit secara emosional dan finansial. Ia belajar bahwa luka batin masa lalu, seperti pengalaman diremehkan, kurang dihargai, atau terlalu dibebani sejak kecil, bisa menjelma menjadi pola boros, perfeksionis, atau penghindar uang saat dewasa.

Sebagai fasilitator penyembuhan, ia menggunakan berbagai teknik seperti inner child healing, mindfulness, journaling, dan energetic coaching untuk membantu peserta menelusuri dan melepaskan pola-pola yang tidak memberdayakan. Banyak kliennya yang bukan hanya menjadi lebih cerdas secara finansial, tapi juga lebih damai dan utuh secara emosional.
Misi untuk Masyarakat Finansial Sehat
Bagi Okky, mengelola uang bukan sekadar keterampilan, tapi juga bentuk cinta terhadap diri sendiri. Literasi keuangan yang ia bawa tidak menekankan ketakutan (“jangan boros”, “jangan salah investasi”), melainkan kesadaran dan kasih terhadap nilai-nilai hidup yang sejati.
Baca Juga : Rini Dina Ludji, Dedikasikan Pengabdian di Dunia Medis
Visinya sederhana namun dalam: menciptakan masyarakat yang sadar finansial, utuh secara emosional, dan selaras secara spiritual. Ia percaya, ketika seseorang berdamai dengan uang, maka ia juga sedang menyembuhkan dirinya sendiri. Dan dari sanalah, keberlimpahan sejati akan mengalir, bukan hanya dalam bentuk materi, tapi juga dalam relasi, kesehatan, dan makna hidup.
Warisan dan Langkah ke Depan
Kini, lewat Finance Wisdom Academy, Okky terus berbagi ilmunya ke berbagai kalangan: ibu rumah tangga, profesional, wirausaha, hingga remaja. Ia ingin memastikan bahwa pemahaman tentang uang yang sehat dan menyembuhkan bisa diakses siapa pun, sejak dini.
Baginya, uang bukanlah musuh atau sekadar alat. Uang adalah cermin, guru, dan sahabat yang bisa membantu manusia hidup lebih sadar, lebih utuh, dan lebih mencintai diri sendiri. (DID)
