JAKARTA, BERNAS.ID – LRT Jakarta kembali menghadirkan Train Simulator dalam ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2025. Program ini telah menjadi salah satu daya tarik utama sejak pertama kali diperkenalkan pada 2022. Tahun ini, LRT Jakarta menambah program edukatif baru bertajuk Akademi Masinis yang diperuntukkan bagi masyarakat usia 17 tahun ke atas.
“Kehadiran kami di PRJ ini bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui anak usaha PNJ, kami ingin berkontribusi langsung lewat edukasi transportasi publik,” kata Head of Corporate Secretary Division LRT Jakarta Sheila Indira Maharshi, Rabu (9/7/2025).
Baca Juga : Wapres Tinjau Proyek LRT Fase 1B dan Youth Elite Sport Center
Sheila menjelaskan, Train Simulator memberikan kesempatan unik kepada masyarakat untuk merasakan langsung sensasi berada di balik kabin masinis, yang selama ini tertutup bagi penumpang.
“Simulator ini hampir 100 persen menyerupai kabin kendali kereta sebenarnya. Dipandu langsung oleh masinis profesional, masyarakat bisa belajar cara mengemudikan kereta,” ujarnya.
Tahun ini, jelas Sheila, pengalaman itu ditingkatkan lewat program Akademi Masinis, di mana peserta tidak hanya mencoba simulator, tapi juga menerima semacam “buku laporan” sebagai bukti pengalaman.
Baca Juga : Kolaborasi PT LRT Jakarta dan PT Blue Bird Group Tbk, Permudah Akses Layanan Teknologi Digital
“Kami batasi hanya 50 peserta per hari karena alat ini memang digunakan juga untuk pelatihan masinis internal, jadi harus dijaga keamanannya,” jelasnya.
Meski tidak menargetkan jumlah pengunjung, Sheila menyebut antusiasme masyarakat selalu tinggi setiap tahun. “Sejak 2022, animo pengunjung terus besar. Karena itu kami rutin hadirkan simulator di PRJ dan beberapa pameran lainnya,” tuturnya.
Untuk anak-anak yang belum memenuhi batas usia 17 tahun, LRT Jakarta juga memiliki program edukatif lain yang diselenggarakan di kantor pusat melalui fasilitas edukasi khusus.
“Harapannya, masyarakat bisa mendapat pengalaman berbeda dan lebih memahami bagaimana sistem kendali kereta bekerja. Ini bukan sekadar hiburan, tapi juga edukasi tentang transportasi publik,” pungkasnya. (DID)
