JAKARTA, BERNAS.ID – Founder dan CEO CERVO ID, Cooky T. Adhikara, menegaskan pentingnya konsistensi identitas perusahaan di tengah persaingan digital yang semakin ketat. Menurutnya, penerapan corporate archetype—kerangka simbolik karakter perusahaan yang dikembangkan dari teori Carl Jung—bukan hanya soal citra merek, tapi bagian dari strategi manajemen jangka panjang.
“Perusahaan bukan sekadar entitas ekonomi, tapi aktor budaya dengan karakter yang konsisten. Kalau identitasnya kabur, arah komunikasi dan inovasi juga jadi tidak jelas,” ujar Cooky.
Baca Juga : AI Bukan Sekadar Teknologi: Cooky T. Adhikara Tegaskan Urgensi Humanisme di Era Algoritma
Arketipe seperti The Hero, The Creator, atau The Caregiver, kata Cooky, merepresentasikan nilai inti dan positioning perusahaan. Contohnya, perusahaan seperti LEGO dan Adobe yang mengusung The Creator mendorong budaya eksperimen dan inovasi, sedangkan Nike dengan arketipe Hero menekankan semangat juang.
Ia menekankan, ketidaktegasan dalam memilih arketipe bisa menyebabkan ketidaksinkronan organisasi. “Ini bukan hanya soal branding, tapi soal koherensi internal,” tegasnya.
Baca Juga : Cooky: Indonesia Harus Berani Hadapi Greenflation, Bukan Hanya Punya Komitmen
Di era AI dan digitalisasi, Cooky justru melihat arketipe semakin relevan. “Dengan teknologi, kita bisa scale personality merek berbasis arketipe secara real-time. Tapi tetap harus konsisten dan autentik,” jelasnya.
Cooky juga mencontohkan keberhasilan repositioning PT Sarinah, yang memadukan arketipe Caregiver dan Ruler untuk menunjukkan misi sosial sekaligus kepemimpinan nasional. “Sarinah berhasil membangun narasi sebagai panggung karya Indonesia, bukan sekadar tempat belanja,” ujarnya.
Ia menyimpulkan, arketipe adalah aset strategis. “Seperti manusia yang terdiri dari nalar, arah, dan semangat, identitas perusahaan yang kuat juga dibentuk oleh pemahaman pasar, konsistensi strategi, dan emosi yang menggerakkan.” (DID)
