Yogyakarta, BERNAS.ID – Tahun 1945 adalah kemerdekaan berpolitik maka 2025 momentum melanjutkan perjuangan melalui kemerdekaan ekonomi dengan ujung tombak kemandirian bangsa dengan sebutan entrepreneur. Festival Entrepreneur Indonesia (FEI) ke-10 bersama Universitas Mahakarya Asia, kembali menghadirkan para entrepreneur, mahasiswa, akademisi, dan pemimpin bisnis dari seluruh penjuru negeri dimulai tanggal 15 & 16 Agustus 2025 dikemas dengan keseruan yang akrab dan berdampak.
Dengan misi memperkuat ekosistem kewirausahaan Indonesia, sekaligus menemukan produk-produk UMKM unggulan yang berdaya saing baik di pasar domestik maupun global, FEI berperan sebagai katalis inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan. Salah satu sorotan istimewa dalam FEI tahun ini adalah Shark-tank Pitch Analysis (sesi interaktif unik), di mana peserta akan menyaksikan cuplikan pitch terpilih dari acara Shark Tank, kemudian video akan dijeda, dan panel yang terdiri dari empat pakar mewakili bidang komunikasi, keuangan, penjualan, kepemimpinan, serta pengembangan bisnis strategi akan memberikan analisis dan masukan konstruktif dari berbagai sudut pandang.
Peserta dapat membandingkan umpan balik dari para pakar dengan respon nyata para investor di acara tersebut. Pakar yang berperan antara lain, Diah Yusuf, Ph.D (CEO Indonesia Prima), Budiman Goh (Mentor Endeavor, COO IP), Abi Darwis (Maxwell Leadership), Dr. Surya Kresnanda (Founder Naratika), Hendra Eka Putra (Owner HendraMart), Fitra Jaya Saleh (CEO Helas Corp), Kang Fahmi (Founder Nextplus), Wiji Asih ( Owner Alif’s Bakery), Cahyadi Joko (Chairman ABDSI), dan Iqbal Fais (Owner Redefine).
Metode inovatif ini menawarkan wawasan mendalam tentang strategi pitching, pola pikir investor, serta pengambilan keputusan seorang entrepreneur. FEI konsisten menghadirkan format pembelajaran interaktif, mulai dari permainan papan kewirausahaan, panel business advisory, hingga sesi one-on-one business coaching. Kehadiran Shark-tank Pitch Analysis menjadi langkah berani FEI dalam menciptakan cara belajar kewirausahaan.
“Tujuan FEI memberikan inspirasi dan membekali entrepreneur dengan keterampilan praktis, perspektif global, dan kepercayaan diri untuk mengembangkan bisnisnya. Shark-tank Pitch Analysis mencerminkan visi kami untuk menghadirkan pembelajaran yang interaktif, relevan, dan transformatif. Melalui Shark-tank Pitch Analysis, kami ingin meningkatkan bukan hanya keterampilan presentasi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis serta pengambilan keputusan strategis para peserta,” tambah Diah Yusuf, Founder dan Inisiator Festival Entrepreneur Indonesia.
“Kewirausahaan merupakan salah satu pilar kekuatan bangsa. Setelah satu dekade perjalanan FEI, saya semakin yakin bahwa menyiapkan entrepreneur Indonesia untuk tumbuh berkelanjutan membutuhkan lebih banyak FEI, bukan hanya sekali setahun di satu kota, tetapi berlipat ganda di berbagai daerah. Kewirausahaan adalah salah satu kunci menuju kemandirian bangsa yang sejati,” tutur Diah Yusuf.
FEI-10 mengajak universitas, komunitas bisnis, korporasi, dan institusi pemerintah untuk berkolaborasi dalam memberdayakan entrepreneur Indonesia, khususnya UMKM yang memiliki potensi kuat di pasar domestik maupun global, demi menciptakan masa depan Indonesia yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Sejak tahun 2017, FEI telah menjadi wadah pembelajaran dan telah melibatkan 175 pakar dan business advisor yang berdedikasi memperkuat kewirausahaan di Indonesia. Dengan mengusung tagline “Bersatu Menguat”, FEI secara konsisten dilaksanakan setiap tanggal 15–16 Agustus sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus yang saat ini di kota sejarah dan budaya Yogyakarta. (DEV)
