JAKARTA, BERNAS.ID – Jakarta Smart City (JSC) kembali tampil di panggung internasional dengan mengikuti Global Digital Trade Expo (GDTE) 2025 di Hangzhou, Tiongkok, pada 25–27 September. Kehadiran JSC dalam forum ini merupakan undangan langsung dari Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX), mitra strategis JSC dalam pengembangan transformasi digital.
Dalam acara tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Unit Pengelola JSC, Koharudin, menjadi pembicara pada salah satu sesi khusus. Ia memaparkan kesiapan Jakarta menghadapi tantangan urbanisasi serta komitmen pemerintah provinsi untuk mengembangkan inovasi digital yang berfokus pada pelayanan publik.
Baca Juga : Jakarta Smart City Raih Penghargaan ‘Smart City Innovation Leader’ di Bravo 500 Summit 2025
“Kami memandang teknologi bukan hanya sebagai infrastruktur, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan komunitas, memberdayakan pengambil keputusan, dan membangun kota yang lebih inklusif serta berkelanjutan,” kata Koharudin.
JSC memperkenalkan sejumlah langkah konkret, termasuk pemanfaatan aplikasi Jakarta Kini (JAKI) sebagai platform utama layanan kota. Aplikasi ini mengintegrasikan data transportasi, pemantauan lingkungan, hingga umpan balik masyarakat untuk mempercepat respon pemerintah terhadap kebutuhan warga.
Baca Juga : Jakarta Smart City Berikan Penjelasan Soal Kabel CCTV yang Tertimpa Pohon di Jakarta Barat
Selain itu, Jakarta juga menekankan pentingnya regulasi yang mendukung inovasi sekaligus menjamin keamanan data. Pemerintah provinsi membuka ruang kolaborasi dengan sektor swasta dan investor global untuk membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
Menurut JSC, inisiatif ini sejalan dengan upaya Jakarta menuju status kota global, yaitu kota dengan daya saing tinggi, peran penting dalam ekonomi dunia, serta pusat inovasi internasional.
“Pembangunan kota cerdas bukan pencapaian sekali waktu, melainkan proses berkelanjutan. Kuncinya ada di kolaborasi antara pemerintah, swasta, akademisi, dan warga,” tambah Koharudin.
Partisipasi Jakarta dalam GDTE 2025 dinilai sebagai langkah penting memperkuat posisi ibu kota dalam jejaring kolaborasi digital global. (DID)
