SLEMAN, BERNAS.ID- Sebagai adaptasi kemajuan teknologi, Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta menggelar Instiper Drone Festival (IDF) 2025 dari tanggal 11–26 Oktober 2025. Pembukaan berlangsung meriah di Grha Instiper, Jumat (24/10).
IDF 2025 akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti workshop drone mapping, seminar teknologi pertanian digital, kompetisi aerial photography, serta demonstrasi aplikasi drone di lahan pertanian dan perkebunan.
Ketua Panitia IDF 2025, Nanda Satya Nugraha mengatakan penyelenggaraan IDF bertujuan untuk memperkuat literasi dan kolaborasi antarpelaku di dunia teknologi drone, khususnya di bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan. “IDF ini bisa menjadi wadah pertemuan antara praktisi, akademisi, dan peneliti. Jogja bisa disebut jantungnya Indonesia sebagai pusat berbagai ide dan kolaborasi. Dari sini, literasi tentang drone, terutama untuk pertanian, bisa semakin terbuka,” terang Nanda usai pembukaan.
Baca Juga Telusuri Kekayaan Historis Dan Budaya Kepulauan Selayar, Muhibah Budaya Jalur Rempah Digelar
Lebih lanjut, Nanda menyebutkan festival IDF tidak hanya menghadirkan kegiatan edukatif dan ilmiah, tetapi juga unsur hiburan. Salah satunya adalah launching drone soccer, hasil kolaborasi dengan PT Doran. Penyelenggara ingin kegiatan ini tidak hanya bersifat akademik, tapi juga menarik bagi masyarakat umum.
“Karena itu, kami hadirkan juga hiburan yang tetap bernuansa teknologi,” tambahnya.
Menurut Nanda, peran drone dalam sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan kini semakin strategis. Teknologi tersebut menjadi ujung tombak efisiensi dan efektivitas kerja, terutama dalam perusahaan berbasis sumber daya alam.
“Drone sekarang bisa digunakan untuk banyak hal seperti mengukur luasan lahan, jumlah tanaman, diameter pohon, tinggi tanaman, bahkan mengidentifikasi kekurangan nutrisi tanaman. Semua bisa dilakukan dengan cepat dan akurat,” kata Nanda.
Selain itu, IDF 2025 juga menampilkan program sertifikasi pilot drone, yang menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Program ini membekali peserta dengan pengetahuan mengenai keselamatan (safety), regulasi dan kemampuan teknis menerbangkan drone dengan standar profesional.
“Sampai saat ini sudah ada 20 orang pilot drone tersertifikasi, terdiri dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum,” tambah Nanda.
Sementara itu, Rektor Instiper Yogyakarta, Dr Harsawardhana, menilai IDF 2025 merupakan langkah penting bagi kampus dalam mendorong inovasi teknologi berbasis pertanian. IDF 2025 ini menjadi salah satu hal penting dan menarik bagi kami. Saat ini teknologi, khususnya drone, berperan strategis dalam mendukung ilmu pengetahuan dan meningkatkan efisiensi kerja di bidang pertanian serta perkebunan,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah belajar sekaligus ajang silaturahmi bagi mahasiswa dan para pegiat drone dari berbagai daerah. “Semoga acara ini membawa manfaat bagi seluruh peserta dan pegiat drone yang berkumpul di Instiper Yogyakarta,” pungkas Harsawardhana. (*)
