JAKARTA, BERNAS.ID – PAM Jaya menargetkan cakupan layanan air bersih di Jakarta mencapai 90 persen pada 2027. Saat ini, layanan sudah mencapai 76,19 persen atau sekitar 1.072.000 sambungan aktif.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan percepatan perlu dilakukan secara terukur agar perluasan layanan tidak menimbulkan masalah baru.
Baca Juga : Dorong 100% Layanan Air Pipa, Muhammadiyah Dukung Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda
“Capaian ini tumbuh cepat, tapi percepatan harus tetap terjaga agar target 90 persen pada 2027 benar-benar terwujud,” kata Arief dalam acara Media Gathering di Bali, Sabtu (8/11/2025).
Arief mengakui pemasangan pipa baru sempat memicu kemacetan dan menjadi sorotan publik. Namun, menurutnya, hal itu merupakan bagian dari proses pembangunan yang harus ditangani dengan cermat.
“Kami mempercepat sambungan tanpa menimbulkan gangguan berlebih bagi masyarakat. Pekerjaan ini masif, tapi harus tetap tertib,” katanya.
Baca Juga : Pimpinan DPRD Sebut Proyek Cakupan 100 Persen Air Bersih jadi Quick Wins Pramono-Rano
Selain pembangunan infrastruktur, PAM Jaya juga menjalankan program tanggung jawab sosial sejak 2022, mulai dari edukasi pengelolaan air di permukiman, program kesehatan anak dengan lebih dari 3.000 penerima manfaat, donor darah, hingga pembagian wadah penampungan air bagi warga.
Menurut Arief, budaya menampung air perlu kembali diperkuat untuk mengantisipasi gangguan pasokan.
“Kini banyak warga sepenuhnya bergantung pada pipa. Ketika ada gangguan, mereka tidak memiliki cadangan air. Ini yang kami edukasikan kembali,” ujarnya.
Arief menegaskan, pelayanan air bersih bukan sekadar pembangunan pipa, melainkan bagian dari pemenuhan hak dasar warga kota atas kesehatan dan kualitas hidup. (DID)
