JAKARTA, BERNAS.ID – Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiyansah, mengimbau Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Mendagri Tito Karnavian untuk lebih cermat dalam menentukan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang baru. Ia menilai proses seleksi harus memastikan rekam jejak kandidat benar-benar jelas, memiliki integritas tinggi, serta mampu menjaga kepercayaan publik.
“Sekda adalah motor penggerak birokrasi daerah. Karena itu, figur yang dipilih harus betul-betul memiliki kapasitas dan integritas, agar pemerintahan berjalan efektif dan akuntabel,” kata Trubus di Jakarta.
Baca Juga : Aktivis Nilai Wacana Penunjukan Teguh Setyabudi Jadi Sekda DKI Keliru
Ia juga menekankan perlunya transparansi dalam setiap tahapan seleksi, termasuk penjelasan mengenai dinamika nilai seleksi yang sempat beredar setelah tiga nama kandidat diusulkan ke Kemendagri. Menurutnya, keterbukaan informasi dapat menjaga objektivitas proses dan meminimalkan munculnya spekulasi publik.
“Transparansi penting agar masyarakat percaya bahwa proses ini berjalan wajar dan sesuai aturan. Penjelasan yang terbuka akan membuat hasil akhirnya jauh lebih diterima publik,” ujarnya.
Menjelang masa purna tugas Sekda DKI Marullah Matali pada 27 November 2025, terdapat tiga kandidat yang telah diusulkan, yaitu Sigit Wijatmoko, Saefuloh Hidayat, dan Uus Kuswanto. Ketiganya memiliki pengalaman panjang di lingkungan Pemprov DKI, baik dalam kepemimpinan wilayah maupun pengelolaan organisasi perangkat daerah.
Baca Juga : Program Makan Bergizi Gratis Diyakini Dapat Hilangkan Kemiskian Struktural dan Kultural di Indonesia
Uus Kuswanto, yang kini menjabat Wali Kota Jakarta Barat, pernah menduduki sejumlah jabatan strategis termasuk sebagai Penjabat Sekda DKI pada 2022–2023. Ia juga pernah dimintai keterangan oleh Kejati DKI sebagai bagian dari proses klarifikasi hukum yang berlangsung saat itu. Trubus menilai aspek rekam jejak seperti ini perlu dicermati agar tidak menimbulkan persepsi negatif di kemudian hari.
Sementara itu, Saefuloh Hidayat, Kepala BP Perumda DKI, memiliki latar belakang panjang di sektor pengawasan dan pelayanan publik. Ia pernah memimpin Inspektorat dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah. Menurut Trubus, pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting, meski beberapa catatan publik terkait respons Inspektorat pada masa lalu tetap perlu dievaluasi untuk memastikan kualitas tata kelola.
Adapun Sigit Wijatmoko, Asisten Pemerintahan Sekda DKI, dikenal dengan perjalanan karier yang stabil dan panjang, mulai dari kecamatan hingga tingkat kota dan provinsi. Ia pernah menjadi Wakil Kepala Dinas Perhubungan, Plt Kepala Dinas Perhubungan, serta Wali Kota Jakarta Utara. Sigit juga pernah masuk tiga besar seleksi Sekda pada tahun 2020.
Trubus berharap proses pemilihan Sekda DKI tahun ini dapat berlangsung objektif, transparan, dan menghasilkan pemimpin birokrasi yang kuat. “Siapa pun yang nantinya dipilih, harapannya mereka mampu menjaga marwah jabatan, bekerja profesional, dan membawa birokrasi DKI menjadi lebih modern dan melayani,” ujarnya. (DID)
