JAKARTA,BERNAS.ID – Ketua DPR Puan Maharani menyebut kasus penculikan anak dan kekerasan terhadap perempuan menunjukkan lonjakan. Hal ini perlu mendapat perhatian serius. Bahkan, ditegaskan ini tanggung jawab negara.
“Bukan hanya merupakan tanggung jawab dari keluarga atau sekolah, juga merupakan tanggung jawab dari negara,” kata Puan di Gedung DPR RI, Selasa (25/11/2025)
Dia pun meminta komisi terkait memanggil pihak-pihak berwenang untuk dilakukan evaluasi dan penanganan lebih komprehensif.
Baca Juga :Bupati Sleman Minta Orang Tua Tidak Panik dan Waspada Terkait Isu Penculikan Anak
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa menegaskan, kasus penculikan anak adalah kejahatan serius. Ia meminta kepolisian untuk cepat tanggap dan bisa lebih gesit lagi dalam menangani berbagai kasus-kasus kejahatan terutama terkait dengan penculikan terhadap anak-anak.
DPR melalui Komisi III akan mendorong Polri untuk meningkatkan kewaspadaan dan penanganan kasus. Selain itu, KPAI pun diminta berkolaborasi dengan kepolisian agar pencegahan dan penanganan bisa berjalan lebih efektif.
Baca Juga :100 Perempuan Muda Raih Glow & Lovely Bintang Beasiswa Tahun 2025
Kasus penculikan anak-anak mencuat setelah Alvaro Kiano Nugroho anak usia 6 tahun yang sempat dikabarkan hilang sejak 6 Maret 2025, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa baru-baru ini. Alvaro tewas dibunuh oleh tersangka Alex Iskandar (49) yang merupakan ayah tirinya.
Adapun, polisi belakangan mengungkap motif pembunuhan karena dendam pribadi terhadap sang istri, yang dicurigai memiliki hubungan dengan pria lain selama bekerja di luar negeri.(FIE)
