JAKARTA, BERNAS.ID – Komisi D DPRD DKI Jakarta menegaskan bahwa upaya mitigasi terhadap potensi pohon tumbang telah diperkuat oleh pemerintah daerah menyusul insiden yang terjadi di sejumlah titik ibu kota.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi D, M. Idris. Dirinya memastikan bahwa langkah antisipasi telah dilakukan secara simultan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut).
Idris mengatakan seluruh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PJLP) telah dikerahkan sejak beberapa minggu terakhir untuk mempercepat proses penopingan dan pemeliharaan pohon-pohon besar yang berpotensi membahayakan warga.
Baca Juga : Hadapi Cuaca Ekstrem, Distamhut DKI Percepat Peremajaan Pohon Rawan Tumbang
“Sudah sejak beberapa minggu yang lalu Dinas Pertamanan dan Hutan Kota menggerakkan seluruh tenaga kerja PJLP untuk menyelesaikan permasalahan penopingan pohon. Ini langkah pencegahan agar tidak terjadi kasus pohon yang tumbang,” kata Idris, Selasa (25/11/2025).
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan berkala di tengah meningkatnya intensitas hujan dan angin kencang. Komisi D, kata Idris, akan terus mendorong penguatan pengawasan dan memastikan setiap laporan masyarakat diproses cepat dan tepat.
“Keselamatan warga adalah prioritas. Proses mitigasi harus dilakukan konsisten, tidak menunggu kejadian,” ujar politisi asal Partai NasDem itu.
Diketahui, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta telah mengintensifkan penebangan dan pemangkasan pohon yang masuk kategori rawan. Kepala Distamhut DKI Jakarta, Fajar Sauri, mengungkapkan bahwa 163 pohon telah ditebang karena dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan publik.
Baca Juga : Komisi D Akan Tinjau Persiapan RDF Rorotan, Legislator Nasdem Sebut Manfaatnya Luar Biasa
“Sekitar 163 pohon yang benar-benar ditebang karena sangat berbahaya,” kata Fajar, Jumat (21/11/2025).
Selain itu, lebih dari 6.500 pohon telah diperiksa dari akar hingga batang. Hasil pemeriksaan menunjukkan 3.566 pohon dipangkas ringan, 2.426 dipangkas sedang, dan 1.618 dipangkas berat.
Fajar menjelaskan bahwa pemangkasan rutin dilakukan di lima wilayah kota, terutama di Jakarta Selatan dan Pusat, yang memiliki banyak pohon tua dan berukuran besar. Ia menambahkan, cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab utama pohon tumbang, termasuk insiden terbaru di Bundaran Senayan.
“Pohon itu tumbang karena hujan deras disertai angin kencang hingga akarnya tercabut,” ujarnya.
Pohon besar yang tumbang di Jalan Sisingamangaraja itu menimpa sebuah mobil dan sebagian konstruksi MRT. Batang pohon sempat menutup seluruh badan jalan, termasuk jalur TransJakarta, sehingga perjalanan MRT dan lalu lintas menuju Semanggi terdampak dan sempat ditutup sementara.
Dengan rangkaian penanganan dan mitigasi ini, pemerintah diharapkan dapat meminimalkan risiko pohon tumbang menjelang puncak musim hujan. (DID)
