YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Fenomena driver ojol yang jarang terlihat onbid mulai ramai diperbincangkan. Di Jogja, sebagian driver JogjaKita bahkan disebut “terlihat santai” lebih sering istirahat dibandingkan ngebut di jalan. Namun, di balik kesan itu, ada cerita yang memancing opini publik.
Salah satunya datang dari Nova, seorang driver yang baru satu bulan bergabung di JogjaKita. Ia mengaku bukan malas menarik order, melainkan menemukan cara kerja yang berbeda dari menu bonus di aplikasi JogjaKita.
“Awalnya saya kira ojol ya harus onbid terus. Tapi di JogjaKita, saya diajarin sistem affiliate di menu bonus aplikasi JogjaKita. Saya share ke teman, keluarga, grup WhatsApp. Dua minggu jalan, komisi tembus satu jutaan,” ujar Nova, Kamis (15/1/2026) dalam siaran pers yang dikirimkan JogjaKita.
Baca Juga : Komitmen Damai Ojol DIY, Jaga Keistimewaan dan Kondusivitas Jogja di Tengah Aksi Nasional
Menurut Nova, komisi tersebut bukan sekadar uang tambahan. Dalam waktu singkat, ia sudah bisa mengangsur motor, sesuatu yang sebelumnya terasa berat jika hanya mengandalkan order harian di jalan.
“Kadang orang lihat saya kayaknya jarang onbid. Padahal cuan tetap jalan. Komisi masuk walau saya nggak narik seharian,” tambahnya.
Cerita Nova memunculkan perdebatan menarik, apakah driver jadi malas onbid, atau justru sedang bekerja lebih cerdas?
Di tengah kondisi jalanan yang padat, risiko tinggi, dan penghasilan yang tak selalu pasti, sebagian driver JogjaKita mulai memanfaatkan affiliate sebagai sumber penghasilan alternatif yang lebih stabil.
Program affiliate ini juga dapat di manfaatkan pengguna dalam aplikasi JogjaKita di menu bonus.
JogjaKita menilai fenomena ini sebagai bagian dari perubahan ekosistem. Driver tidak hanya diposisikan sebagai penarik order, tetapi juga sebagai penggerak pengguna. Setiap order yang datang dari affiliate adalah order nyata bukan fiktif karena berasal dari relasi yang saling percaya.
Baca Juga : Panduan Daftar Menjadi Driver Gojek Motor dan Mobil, Ini Syarat dan Ketentuannya
Bagi pengguna, dampaknya terasa pada kualitas layanan. Order datang lebih stabil, minim pembatalan, dan ekosistem berjalan lebih sehat. Murah dan gratis ongkir tetap dinikmati, tanpa menciptakan kekacauan di lapangan.
Kini, cerita seperti Nova mulai banyak terdengar. Driver baru, bergabung belum genap sebulan, tapi sudah merasakan hasil yang sebelumnya butuh waktu lama.
Publik pun mulai bertanya-tanya, apakah kerja keras di era ojol harus selalu di jalan, atau sudah saatnya kerja dengan cara yang lebih cerdas? Di Jogja, jawabannya mulai terlihat. (*/cdr)
