JAKARTA,BERNAS.ID – Ketua Dewan Pembina Yayasan Universitas 17 Agustus 1945 (UTA 45) Jakarta, Rudyono Darsono, menegaskan pentingnya penyatuan visi dan misi para pendidik dalam membimbing generasi muda agar memiliki disiplin, integritas, dan kompetensi untuk masa depan yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Rudyono Darsono dalam acara Temu Kangen Saudara UTA 45 Jakarta dan Akademi Keperawatan HKJ, yang dihadiri para pendidik dan pembimbing dari jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi.
“Tujuan kegiatan ini adalah menyatukan kita semua sebagai pendidik dan pembimbing agar memiliki visi dan misi yang sama dalam membentuk generasi muda. Anak-anak harus tamat sekolah dan kuliah dengan integritas yang baik serta memiliki kompetensi untuk kehidupan yang lebih baik ke depan,” ujar Rudyono.
Ia menekankan bahwa pembentukan karakter harus dimulai sejak dini, khususnya dari jenjang sekolah menengah. Menurutnya, pembinaan di tingkat universitas sudah relatif terlambat jika tidak didukung fondasi karakter sejak SMA.
“Basic itu ada di sekolah menengah. Idealnya memang dari sekolah dasar, tapi karena itu terlalu jauh, kita mulai dari sekolah menengah. Kalau sudah di universitas, itu sudah terlambat,” jelasnya.
Dalam program ini, Yayasan UTA 45 Jakarta telah menyatukan visi dan misi 69 sekolah menengah (SMA dan SMK) di Jakarta Utara untuk bersama-sama mempersiapkan generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan kompeten.
“Ini hampir seluruh sekolah menengah di Jakarta Utara kita kumpulkan untuk menyatukan visi-misi mempersiapkan generasi muda yang lebih baik,” tambahnya.
Terkait program beasiswa, Rudyono menegaskan bahwa bantuan pendidikan diberikan kepada siswa yang benar-benar memiliki kemauan untuk memperbaiki masa depan.
“Kita memberikan beasiswa untuk anak-anak yang ingin mengubah nasibnya menjadi lebih baik. Tapi harus punya disiplin, kemauan, dan visi. Kalau tidak, kita hanya akan mencetak pengangguran intelek. Itu yang tidak kita inginkan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Yayasan UTA 45 Jakarta berharap terbangun sinergi yang kuat antara sekolah menengah dan perguruan tinggi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(FIE)
