Donggala, Bernas.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Musliman, menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pemerintah daerah memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Sigi. Pada tahun anggaran 2026, ia merencanakan penyaluran bantuan sejumlah kontainer sampah untuk memperkuat fasilitas penampungan di tingkat kelurahan.
Program tersebut disampaikan saat kegiatan koordinasi dan komunikasi DPRD Sulteng di Kantor Bupati Sigi, Rabu (4/2/2026). Kontainer akan ditempatkan di Kelurahan Baliase, Binangga, dan Tinggede sebagai titik prioritas penanganan sampah.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Sulteng yang membidangi pembangunan serta Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulteng, Musliman menilai persoalan sampah membutuhkan intervensi konkret melalui penyediaan sarana dasar. Menurutnya, keterbatasan fasilitas selama ini menjadi hambatan utama pelayanan kebersihan di tingkat kelurahan.
“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibahas di rapat. Harus ada tindakan nyata di lapangan. Kontainer ini diharapkan menjadi solusi awal,” ujar Musliman.
Ia mengaku prihatin melihat kondisi pengelolaan sampah di Sigi yang belum optimal. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, penanganan sampah yang kurang memadai berisiko terhadap kesehatan masyarakat dan kualitas hidup warga.
Data pemerintah daerah menunjukkan layanan pengelolaan sampah saat ini baru menjangkau sekitar 35 persen dari total produksi sampah tahunan. Angka tersebut dinilai masih jauh dari ideal, terlebih dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat.
Kondisi infrastruktur yang rusak, seperti jalan lingkungan dan drainase, juga memperlambat proses pengangkutan sampah. Di sisi lain, keterbatasan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigi turut menjadi tantangan serius.
Melalui bantuan kontainer, Musliman berharap kapasitas penampungan sementara meningkat sehingga warga lebih tertib membuang sampah pada tempatnya. Ia menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi bertahap membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Bantuan ini mungkin belum menyelesaikan seluruh persoalan, tetapi setidaknya menjadi langkah awal yang nyata untuk perubahan,” katanya.
Musliman juga mendorong sinergi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat. Menurut dia, kesadaran publik harus dibarengi dukungan fasilitas memadai agar pengelolaan sampah berjalan konsisten.
Ke depan, ia berkomitmen terus mengawal kebijakan dan program yang berpihak pada perbaikan lingkungan hidup di daerah pemilihannya. Upaya tersebut diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan layak huni bagi masyarakat Kabupaten Sigi.
