SLEMAN, BERNAS.ID- Sejumlah faktor diperkirakan akan mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan di Kabupaten Sleman. Kunjungan diproyeksikan mencapai 250 ribu sampai 400 ribu wisatawan dari target tahun lalu 500 ribu wisatawan.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto mengatakan pihaknya memang menurunkan target kunjungan dibandingkan tahun lalu.”Perkiraan kami, yang akan masuk ke destinasi, kami hanya memperkirakan di level minimal antara 250.000 sampai dengan 400.000,” katanya saat jumpa pers di Pemkab Sleman, Selasa (10/3).
Kus Endarto menyebut ada beberapa faktor yang menjadi alasan Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menurunkan target kunjungan wisatawan saat libur Lebaran 2026. Yaitu, faktor kondisi ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian global seperti harga minyak dan perang. Kemudian, hari Lebaran yang jatuh di tengah bulan akan memengaruhi daya beli masyarakat, seperti karyawan swasta yang baru menerima gaji setelah Lebaran.
Pertimbangan lainnya, masa persiapan anak masuk perguruan tinggi bagi orangtua mulai April 2026. Lalu, banyaknya libur panjang pada bulan Januari lalu yang berpengaruh pada minat bepergian masyarakat lebih awal.
“Kemarin itu kan banyak libur panjang dan kemungkinan sudah banyak yang masuk ke sini, kemungkinan tidak akan sebesar pada waktu bulan Januari kemarin,” ucap Kus.
Kus Endarto menyebut kunjungan wisatawan saat libur Lebaran diperkirakan didominasi oleh wisatawan dari Pulau Jawa dengan persentase mencapai 95 persen karena faktor aksesibilitas.Untuk pilihan masih didominasi dengan pilihan Candi Prambanan yang di kelola oleh PT.TWC 23 sampai 32 persen, Jeep Lava Tour 15 sampai 34 persen, dan Kaliurang 9,74 persen.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mulai melakukan pencatatan kunjungan wisatawan mulai 14 Maret 2026 sampai dengan 29 Maret 2026. Hal ini menyesuaikan dengan jadwal libur sekolah dan kebijakan kerja dari mana saja bagi beberapa instansi.
“Kenapa dihitung dari tanggal 14, karena anak-anak sekolah akan mulai libur dari tanggal 14 sampai tanggal 29. Dan tanggal 16 itu kalau enggak salah sudah ada beberapa instansi pemerintah pusat yang melakukan kebijakan WFA (work from anywhere),” kata Kus Endarto.
Ia juga menjelaskan komponen belanja seperti akomodasi, makan dan minum, lengh of stay wisata dan belanja oleh – oleh dan souvenir yang merupakan komponen terbesar dari belanja wisata. ”Untuk lengh of stay selama periode tahun 2026 diperkirakan pada kisaran 1sampai 2 hari dan akupansi hotel antara 45 – 60 persen,” tambanya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan dengan mengacu pada Surat Edaran (SE) Menteri Pariwisata RI Nomor : SE/1/HK.01.03/MP/2026 tentang penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan pada masa libur Lebaran 1447 H, maka Kabupaten Sleman melakukan beberapa hal seperti menerbitkan SE Kepala Dinas Pariwisata tentang penyelenggaraan wisata dengan beberapa poin.
”Beberapa hal yang kita lakukan seperti pelaksanaan Cleanliness, Healt, Safety dan Environment (CHSE) di destinasi wisata, desa wisata, dan akomodasinya, waspada cuaca, dan perkembangan serta memantau informasi dari BMKG terkait dengan bencana alam.
Kus juga berharap agar wisatawan selalu mengikuti arahan dari BPPTKG dan BPBD Kabupaten Sleman bila terjadi pergerakan aktivitas gunung Merapi.
Melakukan kerjasama dan berkoordinasi layanan kedaruratan dan keamanan terdekat seperti rumah sakit, kepolisian dan lainnya.” Bagi pelaku wisata harus bisa menjamin keselamatan dan keamanan karyawan dan wisatawan di destinasi wisata, desa wisata, juga tidak menaikan harga pokok layanan melebihi batas kewajaran dan memasang harga layanan serta harus dapat dilihat oleh wisatawan,” tegasnya.
Selain itu, bagi wisatawan dan pelaku wisata juga harus mengelola sampah dan limbah yang timbul di destinasi wisata untuk menjamin kelestarian kebersihan dan keasrian lingkungan.
Kami juga melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap usaha jasa pariwisata, juga melakukan penempatan petugas tambahan untuk membantu dalam pungutan restribusi terutama di gerbang Kaliurang,” tambah Kus lagi.
Untuk menunjang liburan Lebaran 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman juga melaksanakan pentas seni berupa Jathilan dan Campur Sari di Telogo Putri, Gardu Pandang dan Bukit Klangon dari tanggal 22-29 Maret 2026,” tutupnya. (jat)
