MAKASSAR, BERNAS.ID— Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Makassar, Dito Anurogo, dijadwalkan akan menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Indonesia Collaborative Forum 2026, sebuah forum ilmiah nasional yang mempertemukan para akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu.
Kegiatan ini akan digelar secara daring melalui platform Zoom pada Minggu, 15 Maret 2026, pukul 07.30–12.00 WIB (sama dengan pukul 08.30–13.00 WITA).
Forum ini mengangkat tema “Indonesia 6.0: Perspektif Nanoedubiotechnomedicoeconopreneurship (NEBTMEP)”, sebuah gagasan integratif yang memadukan berbagai bidang keilmuan seperti nanoteknologi, pendidikan, bioteknologi, bioinformatika, kedokteran, serta ekonomi kewirausahaan. Konsep tersebut diharapkan menjadi landasan inovasi untuk mendorong Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Di forum nasional transdisipliner ini, dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. yang juga dikenal sebagai peneliti di Inovasi Molekuler Indonesia (IMI) Malang serta alumnus PhD dari IPCTRM College of Medicine Taipei Medical University (TMU) Taipei Taiwan, akan bergabung bersama sejumlah pakar lintas bidang lainnya.
Para narasumber tersebut antara lain: Novi Irmania, Ph.D., postdoctoral researcher dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN); Kholis A. Audah, Ph.D., Chairman of Advisory Board of Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia (MABBI);
Prof. apt. Zullies Ikawati, Ph.D., profesor dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada; serta Prof. Dr. Hamzah Hasan Khaeriyah, M.Ag., akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Alauddin Makassar.
Selain itu, turut hadir Asro Laelani Indrayanti, S.P., M.P., akademisi sekaligus praktisi wirausaha dan dosen di Universitas PGRI Palangkaraya, serta Rusmiyanto, S.Pd., M.Pd., Kepala SMA Negeri 3 Semarang, yang akan memberikan perspektif pendidikan dalam pengembangan kolaborasi keilmuan.
Penyelenggara menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang dialog dan kolaborasi intelektual lintas disiplin yang mendorong integrasi ilmu pengetahuan dengan inovasi sosial dan ekonomi.
Melalui pendekatan transdisipliner, konsep NEBTMEP diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset, pendidikan, dan kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan di Indonesia.
Baca Juga : Forum Warga Peduli CR2 Pertanyakan Legalitas Parkir Apartemen CER
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta yang menginginkan e-sertifikat serta akses rekaman webinar dapat memberikan donasi minimal Rp50.000.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat diperoleh melalui narahubung yang merupakan alumnus FKIK Unismuh Makassar, dr. Nur Rahmah Awaliah, C.Ed., CMI-HMSc, di nomor WA: 085298738660.
Dengan mempertemukan para pakar dari berbagai bidang, Indonesia Collaborative Forum 2026 diharapkan menjadi wadah strategis untuk merumuskan gagasan dan kolaborasi inovatif demi membangun masa depan Indonesia yang lebih maju melalui sinergi ilmu pengetahuan, kolaborasi, dan inovasi. (*)
