BERNAS.ID – Forum Virtual Zoom Meeting (24 Januari 2026) – Indonesia Scientific Forum (ISF) 2026 resmi diselenggarakan pukul 08.00–14.15 WIB. Kegiatan dengan total partisipan 230 orang ini tidak hanya menjadi forum ilmiah nasional, tetapi juga menandai launching perdana International Life Institute (ILI) dalam menyelenggarakan webinar ilmiah berskala nasional yang berfokus pada isu kesehatan strategis, berbasis edukasi, sains, dan riset.
Mengangkat tema besar “Precision Nutrition for Indonesia 6.0: Personalized Nutrition, National Transformation”, ISF 2026 hadir sebagai ruang diskusi akademik yang mengintegrasikan nutrigenomik, nutrigenetik, ilmu gizi, teknologi kedokteran terbaru, dan personalized medicine.
Baca Juga : Digital Realty masuk ke Malaysia, memperkuat infrastruktur digital Asia Tenggara
Forum ini bertujuan mendorong pemahaman lintas disiplin mengenai pentingnya pendekatan nutrisi yang lebih presisi dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat Indonesia di era digital.

Kegiatan ini menghadirkan enam narasumber nasional bereputasi dari berbagai institusi pendidikan dan organisasi profesi, yaitu Prof. dr. Veni Hadju, MSc, PhD dari Hasanuddin University dan alumnus S2-S3 dari Cornell University, USA; Prof. Dr. Tria Astika Endah Permatasari, S.K.M., M.K.M. dari Universitas Muhammadiyah Jakarta; Dr. dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, Sp.GK., Subs.KM dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta; Prof. Dr. Dra. Sunarti, M.Kes dari Universitas Gadjah Mada; Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si. dari Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI); serta dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. dari Universitas Muhammadiyah Makassar sekaligus alumnus IPCTRM Taipei Medical University, Taiwan.
Setiap narasumber membawakan topik yang saling melengkapi, mulai dari pemanfaatan pangan lokal seperti Moringa oleifera (daun kelor) sebagai superfood, pengelolaan stunting berbasis personalized medicine, perspektif gizi klinik dalam precision nutrition, hingga peran nutrigenomik dan nutrigenetik dalam membangun sistem kesehatan yang adaptif dan berkelanjutan.
Selain itu, pendekatan herbal, rempah, serta integrasi ilmu tradisional dan modern juga menjadi sorotan penting dalam diskusi ilmiah ini.
Dalam sesi pemaparannya, salah satu narasumber, dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D., menyampaikan, “Nutrigenomik 6.0 menggabungkan data tubuh (-omics, mikrobiom, dan sensor) untuk memberi saran pola makan yang semakin tepat, aman, adil bagi masyarakat Indonesia.’

Salah satu narasumber, Nurul Ratna Mutu Manikam, memaparkan materi
Narasumber lainnya, Dr. dr. Nurul Ratna Mutu Manikam, M.Gizi, Sp.GK., Subs.KM, menyampaikan, “Polimorfisme pada satu gen bisa membuat risiko penyakit dan respons tubuh terhadap diet berbeda antar orang, sehingga “diet yang sama” tidak selalu cocok untuk semua.
Contohnya, diet DASH bisa lebih efektif menurunkan tekanan darah pada genotip AA dibanding GG, varian APO1 dapat menaikkan kolesterol LDL (kolesterol “jahat”) sehingga meningkatkan risiko kardiovaskular, dan varian MTHFR kadang memerlukan asam folat dosis lebih tinggi untuk membantu pencegahan kanker kolorektal.”
Webinar ini diikuti oleh sekitar 230 partisipan yang berasal dari berbagai latar belakang, meliputi dosen, guru, mahasiswa, tenaga kesehatan, serta masyarakat umum dari berbagai wilayah di Indonesia. Antusiasme peserta terlihat jelas dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab, yang berlangsung dinamis dan interaktif sepanjang kegiatan. Menariknya, lebih dari 200 peserta tetap bertahan mengikuti hingga akhir kegiatan.
Selain sebagai forum edukatif, ISF 2026 juga dirancang sebagai ruang kolaborasi ilmiah. Sebagai tindak lanjut, International Life Institute (ILI) membentuk grup WhatsApp diskusi ilmiah yang berfungsi sebagai wadah berbagi materi, diskusi lanjutan, serta penguatan jejaring antar peserta dan narasumber.
Baca Juga : Beras Fortifikasi Tingkatkan Kualitas Gizi Masyarakat, Cegah Stunting dan Anemia
Langkah ini diharapkan dapat memperpanjang dampak kegiatan dan mendorong kolaborasi riset maupun pengabdian masyarakat di bidang kesehatan dan gizi. Sebagai tambahan pula, kegiatan ini direncanakan akan dipublikasikan dalam bentuk jurnal ilmiah.
Tim panitia sempat mencatat salah satu feedback terbaik dari peserta. “Webinar ini sangat komprehensif dan membuka perspektif baru mengenai precision nutrition. Materi yang disampaikan relevan dengan tantangan kesehatan Indonesia dan sangat bermanfaat untuk pengembangan akademik maupun praktik profesional.”
Melalui pelaksanaan dan launching Indonesia Scientific Forum (ISF) 2026, International Life Institute (ILI) menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan forum ilmiah yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi dan kolaborasi, terutama di dalam mendukung transformasi kesehatan nasional melalui pendekatan personalized nutrition yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal.
(Liputan Kegiatan ini dituliskan oleh Brigivta Zalsaqira Lovly bersama tim, atas arahan dan supervisi penuh oleh: dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D.)
