JAKARTA, BERNAS.ID – Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) menegaskan komitmennya memperluas kerja sama dengan berbagai pihak, baik industri dalam negeri maupun mitra internasional, dalam momentum wisuda Program Studi Sistem Informasi, Senin (13/4/2026).
Rektor UNMAHA, Ir. Tri Atmodjowati M.M, mengatakan pihak kampus menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas lulusan, sekaligus menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, terutama di bidang teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga : UNMAHA Gelar Wisuda Program Sarjana 2025/2026, Serapan Kerja Tembus 95 Persen
“Program kami tidak berdiri sendiri. Kami membangun sinergi dengan industri melalui project-based learning, teaching factory, serta berbagai skema beasiswa dari CSR, orang tua asuh, hingga dukungan pemerintah,” kata Tri saat Sidang Senat Terbuka Program Sarjana UNMAHA 2025/2026, Senin (13/4/2026).
UNMAHA, kata dia, juga telah menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah institusi, di antaranya perusahaan global Start for Hire untuk penempatan kerja di Malaysia dan Amerika Serikat, serta Politeknik Takumi dalam penguatan pendidikan vokasi. Selain itu, kampus tengah memperluas jaringan internasional dengan rencana pengiriman mahasiswa ke Jepang pada pertengahan tahun ini.
Tak hanya itu, kolaborasi juga dilakukan dengan iBlooming yang berbasis di Hongkong. Dalam waktu dekat, kedua pihak akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk pengembangan teknologi berbasis AI dan penguatan koneksi global.
Baca Juga : UNMAHA Teken MoU dengan 8 Institusi Dunia Kerja, Rektor: Mahasiswa Harus Siap Terserap Industri
“Kami tidak hanya fokus pada kerja sama dalam negeri, tetapi juga membuka akses global. Ini bagian dari upaya mewujudkan visi Mahakarya Asia yang benar-benar ‘Asia’,” ujarnya.
Di sisi lain ungkap Tri, kerja sama dengan sektor industri juga diarahkan untuk membuka akses pendidikan bagi mahasiswa kurang mampu melalui program CSR dan beasiswa berbasis kemitraan. Model ini bahkan terbukti efektif, dengan sebagian besar penerima beasiswa berhasil terserap di dunia kerja.
Tri menegaskan data kampus menunjukkan capaian positif. Pada wisuda tahun 2025, sekitar 90 persen lulusan telah bekerja sebelum diwisuda. Sementara pada tahun ini, angka tersebut meningkat menjadi 95 persen.
“Ini bukan angka kecil. Artinya, pendekatan kolaboratif antara kampus dan industri berjalan efektif,” pungkasnya.
Melalui penguatan jejaring kemitraan ini, UNMAHA berharap mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap kerja, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki daya saing global di era transformasi digital. (DID)
