Palu, Bernas.id — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan kebanggaannya atas keberhasilan durian asal daerahnya menembus pasar Tiongkok melalui ekspor langsung sebanyak 459 ton dari Palu, Kamis (16/4).
Ekspor durian beku tersebut menandai tonggak baru bagi komoditas unggulan Sulawesi Tengah yang kini mampu menembus pasar internasional tanpa melalui negara perantara.
“Ini sejarah bagi Sulawesi Tengah. Durian kita tidak lagi melalui negara lain, tetapi langsung ke pasar internasional,” kata Anwar.
Ia menilai, terbukanya akses ekspor langsung ke Tiongkok akan memberikan dampak ekonomi signifikan, terutama dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta kesejahteraan petani dan pelaku usaha lokal.
Berdasarkan data pemerintah daerah, Sulawesi Tengah memiliki sekitar 3,7 juta pohon durian, dengan produksi mencapai 95.140 ton pada 2025. Sentra produksi utama tersebar di Kabupaten Poso dan Parigi Moutong.
Dengan potensi tersebut, Anwar optimistis Sulawesi Tengah dapat berkembang menjadi sentra durian nasional sekaligus pemain di pasar global.
“Durian adalah ‘emas berduri’ yang akan mengangkat nama Sulawesi Tengah di dunia,” ujarnya.
Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas produksi, hilirisasi, serta perluasan akses pasar ekspor guna memperkuat daya saing durian Sulawesi Tengah di pasar internasional.
