Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Bulan Bung Karno Sebagai Momen Menghidupkan Kembali Gagasan Sang Proklamator yang Kian Relevan

    June 10, 2026

    Jemaah Haji Sulteng Mulai Pulang Bertahap Juni

    June 10, 2026

    Putri Alya Sidik, Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

    June 10, 2026

    Musliman: Program Berani Lancar Perkuat Konektivitas, Gerakkan Ekonomi Rakyat

    June 10, 2026

    Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

    June 10, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026

      Belanja Negara di DIY Capai Rp6,2 Triliun hingga Akhir April 2026

      June 2, 2026

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Beragam»Inspirasi»Munir: Untuk HAM Hidupku Kupertaruhkan
    Inspirasi

    Munir: Untuk HAM Hidupku Kupertaruhkan

    Galih WijayaBy Galih WijayaMay 19, 2016No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    HarianBernas.com – Berbicara tentang HAM di indonesia siapa tak mengenal tokoh yang satu ini pantang menyerah dalam meneriakkan keadilan. Putra bangsa terbaik yang dimiliki Indonesia yang harus gugur dalam perjalanannya menuju keadilan HAM.

    Munir Said Thalib lahir di Malang pada tanggal 8 Desember 1965, anak keenam dari tujuh bersaudara ini dikenal sebagai sosok yang tangguh dan pemberani dalam menyuarakan kebenaran.

    Jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial. Dengan berbagai penghargaan dari dalam maupun luar negeri.

    Salah satunya adalah The Right Livelihood Award (Alternative Nobel Prizes) untuk promosi HAM dan kontrol sipil atas militer. Selain itu ia juga aktif dalam dunia kepenulisan mengenai HAM, Hukum, Reformasi Militer dan Kepolisian, Politik dan Perburuhan.

    Pria berdarah Arab-Indonesia Indonesia ini dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam memperjuangkan HAM di Indonesia dan peduli terhadap hak-hak para kaum lemah yang terdzholimi.

    Dengan kegigihannya ia berjuang keras untuk menegakkan kebenaran, Munir memang sosok yang bersahaja dan sederhana, tidak silau akan harta, pangkat dan jabatan karena setiap pekerjaan yang ia lakoni didedikasikan atas nama keadilan. Dimana lagi gemparnya para pejabat berbondong-bondong berebut fasilitas, Munir seorang aktivis HAM kelas dunia tetap setia pada sepeda motor miliknya.

    Namanya mulai dikenal publik saat menjabat sebagai Dewan Kontras saat ia berjuang bagi orang-orang hilang yang diculik oleh Tim Mawar dai Kopassus setelah masa lengsernya presiden Soeharto dari pemerintahannya. Dan banyak sekali kasus-kasus yang berhasil ditanganinya.

    Munir meninggal dunia? Munir memang seorang pahlawan HAM di Indonesia, sebagai aktivis yang telah banyak berjasa ia disegani oleh banyak orang, namun tak lepas dari itu semua tak sedikit juga oknum-oknum yang kontra terhadap tindakan Munir yang berani dalam menentang ketidakadilan sehingga banyak dari kalangan petinggi yangberusaha untuk menyingkirkannya.

    Sebab itulah pada tanggal 7 September 2004, di pesawat Garuda GA-974 dalam sebuah penerbangan menuju Amsterdam, Belanda. Sebuah perjalanan untuk menempuh pendidikan S-2 nya di Universitas Utrecht di negeri kincir angin itu. Ia dibunuh oleh seorang pilot Garuda yang saat itu sedang cuti Pollycarpus Budihari Priyanto dengan menggunakan racun arsenik yang dicampur ke dalam makanannya.

    Namun siapakah otak dibalik pembunuhan Munir? Hingga sekarang kematian sang pendekar HAM ini memang masih menjadi sebuah misteri, mulai dari siapa aktor utamanya? Dan apa motif pembunuhan sebenarnya?

    Sungguh ironis seorang pembela keadilan tidak memperoleh keadilannya setelah kematiannya. Meninggalkan seorang istri dan dua orang anak, jenazahnya dikebumikan di taman makam umum kota Batu. Dan sejak tahun 2005, tanggal kematian Munir, 7 September diperingati sebagai Hari Pembela HAM Indonesia.

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Galih Wijaya

    Related Posts

    HUT Ke-62 Sulteng Dorong Ekonomi dan Kolaborasi

    April 24, 2026

    Semangat Kartini, Sulteng Perkuat Program 9 Berani

    April 20, 2026

    Semangat Kartini Modern Pesan Inspiratif Kapolsek Palu Selatan

    April 20, 2026

    Kartini Masa Kini, Perempuan Sulteng Berani Berkarya

    April 20, 2026

    Bagaimana Siswa Meningkatkan Kualitas Tugas Mereka dengan Melakukan Parafrase?

    December 16, 2025

    Sampah di Jogja, Cermin Retak Sistem yang Belum Beres

    November 20, 2025
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Space42 Memperluas Kemampuan Observasi Bumi Setelah Tiga Satelit Foresight Beroperasi Penuh

    June 10, 2026

    Mavenir dan TextNow Meraih Penghargaan MVNO dan Kolaborasi Industri Terbaik di MVNOs World Awards

    June 9, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    Putri Alya Sidik, Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

    June 10, 2026

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Bulan Bung Karno Sebagai Momen Menghidupkan Kembali Gagasan Sang Proklamator yang Kian Relevan

    June 10, 2026

    Jemaah Haji Sulteng Mulai Pulang Bertahap Juni

    June 10, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.