Bernas.id – Lemak jenuh dan lemak tidak jenuh dibedakan berdasarkan ada dan tidaknya rangkap pada molekul asam lemak dibedakan menjadi dua, yakni asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh.
1. Lemak jenuh atau saturated fat
Lemak jenuh mempunyai ikatan tunggal atom karbon dan semua atom karbonnya berikatan dengan atom hidrogen. Lemak jenuh bersifat stabil terhadap oksidasi. Lemak jenuh ini dikenal sebagai lemak yang jahat karena dapat meningkatkan kolesterol LDL dan menurunkan HDL.
Oleh karena itu, lemak jenuh ini dapat menjadi penyebab berbagai penyakit degeneratif seperti penyakit jantung hiperkolesterolemia kanker dan tekanan darah tinggi.
Sumber makanan lemak jenuh biasanya berasal dari hewan. Sebagai contohnya mentega keju susu kuning telur daging dan lainnya. Tetapi ada juga lemak jenuh yang berasal dari tumbuhan seperti minyak kelapa dan minyak kelapa sawit.
2. Lemak tak jenuh
Lemak tak jenuh ada dua jenis yakni lemak tak jenuh tunggal atau monounsaturated fat dan lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated Fat.
a. Monounsaturated fat (MUFA)
Asam lemak ini memiliki satu ikatan rangkap antar dua atom karbon dan kehilangan dua atom hidrogen. Jumlah hidrogen nya lebih sedikit daripada asam lemak jenuh. Lemak tak jenuh tunggal ini berada dalam bentuk cair di suhu ruang dan bisa memadat jika didinginkan.
Sumber lemak tak jenuh tunggal adalah minyak zaitun biji anggur kacang almond alpukat dan minyak wijen.
b. Polyunsaturated fat (PUFA)
Asam lemak ini mempunyai dua atau lebih ikatan rangkap. Karena mempunyai hidrogen yang paling sedikit maka bentuk fisiknya adalah cair begitu suhu di ruang atau dingin. Contoh dari asam lemak tak jenuh ganda adalah asam linoleat asam linolenat dan asam arakidonat. Sumber makanan yang mengandung Uva adalah ikan laut dalam biji Rami flax seed dan jinten hitam.
Sebagai tambahan informasi, bacalah dengan teliti komposisi pada kemasan makanan. Seringkali trans fat disamarkan menjadi hydrogenated vegetable oil. Walaupun sebenarnya hydrogen vegetable oil bukanlah sinonim dari trans fat. Namun, partially hydrogenated fat sudah pasti merupakan trans fat. Selain itu, waspadailah komposisi yang bernama lemak nabati.
