Bernas.id. – Banyak orang yang beranggapan bahwa sains adalah pelajaran yang sulit, membingungkan sekaligus membosankan. Tak sedikit juga yang beranggapan bahwa hanya orang yang berketurunan IQ tinggilah yang bisa menekuni sains. Sayangnya, persepsi itu dibenarkan oleh banyak orang. Padahal sebenarnya anggapan tersebut tidak semuanya benar.
Banyak faktor yang menyebabkan seseorang merasa kesulitan ketika mempelajari sains. Salah satunya adalah kompetensi guru yang kurang memadai, sehingga berdampak pada proses pembelajaran yang tidak menarik bagi anak. Jika sudah demikian, rasa ketertarikan terhadap sains pun akan menurun.
Pembelajaran akan menarik jika sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Ausubel, penggagas pembelajaran bermakna (meaningful learning) menyatakan, bahwa pembelajaran bermakna itu terjadi jika guru memudahkan anak untuk dapat mengaitkan pengalaman dan pengetahuan yang sudah ada dalam pikirannya. Jika anak dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan kesehariannya, maka ketertarikannya terhadap sains akan muncul.
Salah satu cara yang bisa digunakan untuk menarik minat anak terhadap sains adalah dengan melihat langsung proses terjadinya gerhana. Gerhana yang akan terjadi tanggal 31 Januari 2018 besok bisa dijadikan media pembelajaran bagi anak untuk bisa memahami secara lebih detail proses terjadinya gerhana bulan.
Gerhana bulan di akhir Januari ini, diklaim sebagai fenomena yang langka karena baru terjadi lagi setelah 152 tahun berlalu. 'Super Blue Blood Moon' adalah istilah yang disematkan oleh Badan Antariksa AS (NASA), karena gerhana bulan tersebut merupakan gabungan dari tiga fenomena.
Jika anak diajak menyaksikan proses terjadinya gerhana hari ini, anak akan lebih matang dalam belajar tentang sebab terjadinya gerhana bulan; bagaimana posisi bulan, bumi, dan matahari saat gerhana bulan terjadi; kemudian anak akan mendapat pengalaman baru menyaksikan tiga macam fenomena gerhana bulan sekaligus seperti supermoon, blue moon, dan blood moon.
Supermoon adalah fenomena di mana bulan akan lebih terang 30 persen dan 14 persen lebih besar dari biasanya. Blue moon adalah fenomena bulan tampak kebiruan. Adapun blood moon adalah fenomena bulan melewati matahari, sehingga bulan nampak berwarna merah karena cahaya yang dipantulkan dari bumi dan matahari.
Agar tak hanya menjadi sekadar tontonan, maka anak perlu disiapkan lembar laporan atau beberapa macam pertanyaan terkait fenomena gerhana yang akan disaksikan. Pertanyaan bisa disiapkan di selembar kertas. Lalu beberapa hari kemudian mintalah anak untuk bercerita tentang pengalamannya saat melihat gerhana tersebut di depan kelas.
Jangan lupa pula, tanamkan nilai-nilai spiritual dalam hati anak-anak, agar keimanan mereka juga ikut bertambah seiring dengan bertambahnya ilmu. Bagi yang beragama Islam, ajaklah anak untuk mengikuti Salat Gerhana sebagai bentuk ketaatan terhadap Sang Pencipta. Dengan demikian, ilmu dan keimanan akan diperoleh serta tidak mustahil anak pun akan semakin tertarik dengan sains.
