Bernas.id ? Area persawahan menjadi tempat yang ramai, bukan karena ada transaksi jual beli di sana, bukan pula ada kecelakaan besar di sana.
Area persawahan identik dengan tempat sejuk dan damai, yang artinya sepi. Namun jangan salah, akan kau temukan keramaian di area persawahan.
?Kapan keramaian itu terjadi??
Keramaian itu akan kau temukan ketika petani menunggu waktu panen, tepatnya ketika pagi-pagi sekali dan sore menjelang magrib.
Keramaian itu bukanlah tanpa sebab, pemilik sawah akan keluar di pagi dan sore hari untuk menghalau burung-burung yang mencari makan di sana. Mereka akan menarik tali yang dipasang di area sawah, yang sudah dipasangai dengan plastik mengkilap dan kaleng kosong yang sudah diisi dengan batu.
Plastik bening yang mengkilap dipasang oleh petani untuk membuat silau burung, sedangkan suara kaleng yang terdengar sangat nyaring ketika ditarik oleh pemilik sawah akan membuat burung-burng itu terusik dan pergi meninggalkan padi yang hendak dimakannya.
Keberisikan kaleng-kaleng tersebut tak berhenti sampai di sana karena ada lagi beberapa petani yang membawa kaleng roti dengan ukuran yang lumayan besar disertai dengan kayu yang digunakan untuk memukul kaleng.
Benar-benar pagi yang berisik di area persawahan. Tidak ada wajah yang tidak tersenyum di sana, karena sesama mereka akan saling menyapa seraya menanyakan perkembangan sawah yang akan di panen.
Ukuran kaleng yang bermacam-macam, menghasilkan suara yang beraneka ragam. Oleh karena itu, suasana pagi pedesaan di area sawah tak kalah meriah dengan suporter sepak bola yang sedang memberi semangat kepada pemain yang sedang bermain di lapangan.
Keberisikan itu ditambahi lagi dengan lalu-lalang orang-orang desa mulai dari ibu-ibu hingga bapak-bapak tua yang berlari-lari kecil di pagi hari untuk berolah raga atau hanya sekedar berjalan-jalan mencari kesejukan pagi.
Sorenya pun demikian, keberisikan kaleng yang dipercaya dapat menghalau burung pun tak jauh berbeda dengan di pagi hari. Namun, intensitas keramaian di sore hari, diramaikan lagi oleh anak-anak kecil yang bersepeda di sekitaran sawah, atau anak-anak kecil yang berjalan santai sepulang mereka dari Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di masjid terdekat.
Biarkanlah keramaian ini tetap terjaga, dan semoga keramaian di area persawahan ini tak digantikan dengan keramaian pengendara bermotor yang berlomba berangkat ke tempat kerja, karena di sinilah interaksi antar penduduk desa terjadi dengan begitu mesra dan penuh harap agar panen yang dihasilkan akan melimpah.
