SLEMAN, BERNAS.ID – Wakil Penghageng Tepas Tanda Yekti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KPH Yudhahadiningrat menyampaikan, selama ini di buku pelajaran sejarah tertulis bahwa Pangeran Diponegoro melawan Belanda gara-gara di depan rumahnya dibangun rel kereta api. Menurutnya kisah ini adalah tidak benar dan harus diluruskan.
“Pertanyaan saya, relnya siapa?,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam workshop “Peluang Keistimewaan Yogyakarta dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0? yang diselenggarakan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jumat (16/8/2019).
Menurutnya, saat terjadi Perang Jawa (1825-2830) yang dipimpin Diponegoro, belum ada kereta api. Ia menjelaskan, cikal bakal kereta api yang adalah mesin uap baru ditemukan oleh James Watt tahun 1840.
“Menurut sejarah PJKA (Perusahaan Jawatan Kereta Api), kereta api pertama di Jawa adalah jurusan Semarang Ambarawa tahun 1870,” jelasnya.
Sepengetahuannya, informasi keliru ini dicetak terus menerus di buku pelajaran siswa sekolah. Hal ini menurutnya karena Menteri Pendidikan juga tidak paham akan kekeliruan ini.
“Ini harus diluruskan,” tegasnya. (den)
