YOGYA, BERNAS.ID– Musda X Partai Golkar DIY yang digelar Rabu (4/3/2020) telah memutuskan anggota DPR RI Gandung Pardiman sebagai Ketua Umum DPD Partai Golkar DIY periode 2020-2025 menggantikan Haryadi Suyuti.
Gandung Pardiman yang sebelumnya pernah menjabat Ketua Umum DPD Partai Golkar DIY periode 2009-2015 menyatakan, ia bersedia kembali menjadi ketua DPD karena terinspirasi politisi Malaysia Mahatir Muhammad.
?Ya seperti Mahatir Muhammad lah, di usia tua masih mendapatkan kepercayaan teman-teman,? katanya.
Setelah dinyatakan menjadi Ketua DPD terpilih ia mengaku akan segera melakukan langkah konkret dalam merespons persiapan Pilkada. Pihaknya akan menempatkan kader terbaik untuk mendapatkan kursi wakil bupati. Ia menyadari Golkar tak bisa mencalonkan mandiri karena karena kekuatannya di parlemen terbatas sehingga mau tidak mau harus berkoiaisi.
“Membentuk tim Pilkada DIY, kami sudah terlalu terlambat untuk membentuk tim Pilkada DIY. Kemudian Rakorda pemenangan Pilkada DIY, akan segera membentuk pengurus harian,” ungkapnya.
Haryadi Suyuti yang tak lagi menjabat sebagai Ketua DPD Golkar DIY mengaku kini ingin fokus pada jabatannya di eksekutif sebagai Walikota Jogja. Ia mengaku tidak maju sebagai calon Ketua DPD Golkar DIY 2020-2025 karena akan fokus pada penyelesaian jabatannya yang tersisa dua tahun tiga bulan.
“Yang jelas, saya ingin lebih konsentrasi pada dua tahun, tiga bulan masa jabatan saya sebagai Walikota Jogja dan tidak maju [sebagai calon ketua DPD] bukan berarti tidak berkomitmen terhadap Golkar. Saya tetap kuning [Golkar] ya, saya akan mendukung penuh kepengurusan DPD Partai Golkar DIY harus maju dan berkembang, saya siap mendukung,? katanya.
Seperti diketahui, beberapa bulan sebelum pelaksanaan Musda X Golkar DIY, sejumlah kelompok yang mengatasnamakan pemuda dari Partai Golkar sempat mendesak Haryadi, agar mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPD Golkar DIY. Haryadi dinilai gagal memimpin Golkar DIY karena terjadi penurunan drastis perolehan kursi legislatif DIY.
Bendara Umum DPP Partai Golkar Dito Ganinduto dalam Munas menyatakan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto telah menyiapkan tugas khusus kepada Haryadi setelah menuntaskan jabatannya sebagai Walikota Jogja. DPP Golkar menilai Haryadi adalah kader terbaiknya di daerah sehingga layak mendapatkan penugasa khusus demi pengabdian kepada masyarakat.
?Pak Haryadi ini punya pengalaman yang cukup bagus dan menjadi salah satu kader kami yang terbaik,jadi beliau biar menyelesaikan di sini [sebagai Walikota Jogja] setelah itu nanti pasti akan ada penugasan dari Ketua Umum, penugasan khusus untuk pengabdian karena kader kami akan tempatkan maupun di legislatif, sudah mempersiapkan semuanya, habis ini ada penugasan khusus dari Ketua Umum,” ucapnya.
Namun Dito tak mau membeberkan bentuk tugas yang akan diberikan, meski memberi petunjuk Haryadi akan diarahkan sesuai dengan kinerjanya selama ini di pemerintahan. Penugasan khusus itu diberikan karena dinilai memiliki sejumlah prestasi selama menjadi perwakilan kader Golkar di pemerintahan.
“Nanti, nanti, rahasia, masih dua tahun [Pak Haryadi] biar menyelesaikan di sini [Jogja] dulu. Kalau sudah selesai ada penugasan khusus dari Pak Ketum. Arahnya rahasia, yang jelas sesuai dengan pengalaman dan prestasi kerjanya selama ini,” katanya.
Dito menyatakan Golkar menargetkan 2024 perolehan kursi harus lebih besar dari 2019, di DPR RI yang saat ini 85 kursi pada 2024 ditarget100 kursi. Begitu juga di DIY yang saat ini hanya lima kursi pada 2024 diharapkan naik menjadi 10 kursi. Termasuk Pilkada DIYjuga menjadi perhatian DPP Golkar.
“Pilkada untuk DIY sekarang ada tiga kabupaten kami harapkan dari Gokar ada yang berpartisipasi. Untuk DIY saat ini baru penjajakan baik koalisi maupun kandidat masih diproses, kemungkinan untuk wakil bupati,” ujarnya. (den)
