YOGYA, BERNAS.ID ? Kereta Api Luar Biasa (KLB) sudah beroperasi di hari kedua, namun penumpangnya masih sangat minim, seperti di hari pertama. Tak ada kepadatan seperti sebelum wabah virus corona melanda.
Rupanya banyak calon penumpang KLB yang ditolak karena tidak memenuhi persyaratan. Menurut aturan, masyarakat yang diperbolehkan menggunakan KLB ialah pekerja di pelayanan penanganan COVID-19, pertahanan dan keamanan, kesehatan, kebutuhan dasar, fungsi ekonomi penting, perjalanan darurat pasien atau orang yang memiliki keluarga inti sakit keras atau meninggal, serta repatriasi.
“Banyam saudara kita yang datang ke stasiun, ingin membeli tiket, tapi tidak ada surat keterangan bebas COVID-19. Terus juga kemudian ada yang tujuannya tidak pasti. Jadi misalnya harus ada surat tugas dari atasan. Ini tidak ada. Banyak yang seperti itu, dan kita tolak dengan tegas,” ujar Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto Rabu (13/5/2020).
Ia menjelaskan juga, pada hari pertama beroperasinya KLB, kemarin (12/5) total hanya ada 9 orang dalam sehari. Sementara hingga Rabu (13/5) pagi menjelang siang baru diketahui ada dua orang penumpang.
“Total ada empat keberangkatan Kereta Luar Biasa tiap hari, namun masih sepi,? kata Eko.
Ia meneruskan, perjalanan KLB di pagi hari dari Yogyakarta tujuan Gambir Jakarta, datang pukul 09:43 WIB kemudian berangkat pukul 09:55 WIB. Sedangkan untuk perjalanan KLB yang terakhir atau keempat ada di siang hari. Tepatnya pukul 14.58 WIB datang, kemudian berangkat pukul 15.10 WIB. KLB ini datang dari Gambir Jakarta tujuan Surabaya.
?Kereta Luar Biasa ini berbeda dengan kereta pada umumnya. Tujuannya untuk memutus mata rantai COVID-19. Jadi bukan kereta mudik atau angkutan lebaran,” tegas Eko.
Operasional perjalanan KLB untuk berbagai rute sendiri dilaksanakan 12 – 31 Mei 2020. Total terdapat 6 perjalanan KLB yang dioperasikan untuk masyarakat yang dikecualikan sesuai aturan pemerintah dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat. (den)
