BERNAS.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus berperan menjadi agen perbaikan dan perubahan. Wakil Presiden Ma'ruf Amin menginginkan MUI menjadi inspirasi yang mampu memperjuangkan kepentingan umat baik keagamaan maupun kemasyarakatan. Hal ini disampaikan saat Milad ke-45 MUI.
Pada kesempatan itu, Wapres bersyukur karena MUI tetap mendapat kepercayaan yang begitu besar dari umat. Bahkan, standar halal MUI pun bukan hanya diikuti di dalam negeri melainkan juga di negara-negara lain. Standar halal MUI menjadi acuan dari 51 negara di berbagai benua seperti Asia, Afrika, Amerika, Eropa dan Australia.
“Kepercayaan ini juga karena MUI tetap berjalan di atas tarikatil ulama dalam memecahkan masalah selalu menggunakan bahasa ulama, pendekatan ulama, dan cara-cara ulama sehingga MUI memperoleh kepercayaan yang luar biasa itu,” ujar Wapres Ma'ruf Amin, Sabtu (8/8/2020) kemarin.
Ma'ruf Amin menegaskan MUI merupakan mitra pemerintah, bukan alat apalagi musuh pemerintah Indonesia. MUI, katanya, harus terus meletakkan posisi agar fatwa maupun tausiahnya menjadi hal yang bisa dipercaya masyarakat.
“Hal ini harus kita jaga jangan sampai MUI mengalami trust deficit, dari kepercayaan sehingga kita tidak lagi mendapat kepercayaan dari pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Selama ini pemerintah dan banyak pihak telah memberikan posisi yang sangat tinggi dan strategis kepada MUI,” imbuhnya dikutip Bernas.Id.
Menurutnya, MUI telah berhasil berada di ormas, parpol, pemerintahan, maupun di berbagai lapisan masyarakat. Sehingga Maruf Amin berharap MUI perlu menjaga apa yang sudah dicapainya, tetap menjadi penyampaian aspirasi dan perjuangan umat.
“Kita berhasil menempatkan diri kita sebagai khadimul umah. Umat bermacam-macam ada yang berada di ormas, parpol, pemerintahan dan ada di berbagai lapisan masyarakat. Maka MUI harus bisa menjadi tempat mengadu tempat penyampaian aspirasi dari umat itu pada kita untuk memperjuangkan aspirasi mereka dengan cara-cara yang dilakukan MUI,” ungkap Wapres. (mta)
